KabarMakassar.com — Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang mengambil kebijakan terkait Eks Kantor DPRD Torut yang merupakan Gedung pemuda yang saat ini di gunakan oleh Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan sekretariat KNPI.
Kebijakan tersebut merupakan hasil dari pertemuan Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang bersama dengan Ketua DPD KNPI Belo Tarran, Wakil Bupati Frederik Palimbong, Kapolres Toraja Utara AKBP Zulanda,dan Dandim 1414/Tator Letkol Inf Monfi Ade Candra.
Menurut Yohanis, bahwa gedung tersebut di peruntukkan untuk pelayanan dan merupakan aset pemerintah.
"Tentu kita berharap KNPI berjiwa besarlah karena yang kita utamakan ini pelayanan, ya pelayan untuk masyarakat," tutur Ombas saat berbincang dengan team KabarMakassar di salah satu warung makan La'bo' Kecamatan Sanggalangi' Kabupaten Toraja Utara, Kamis (14/4).
Tidak hanya itu, ia menjelaskan bahwa KNPI sudah di berikan banyak pilihan yakni di Kantor Pemerintahan Panga', GOR, dan lain lain atau tetap di sekretariat yang sekarang.
Sementara, Ketua DPD KNPI Toraja Utara Bello Tarran mengaku hasil pertemuan dengan Bupati di kantor Bupati Marante, Kamis (14/4) terjalin diskusi yang sangat sejuk dan berbicara dari hati ke hati, Bupati Toraja Utara menawarkan 3 (Tiga) opsi.
"Sudah terbangun dialog yang baik dengan Pak Bupati, dan kedepannya akan terus kita bangun komunikasi yang baik," ucapnya.
Dari opsi tersebut di sebutkan Belo, yakni yang pertama KNPI bersama dengan DPRD, KNPI di perkantoran Panga', dan KNPI bersama PTSP.
Dari 3 opsi ini menurutnya masih akan didiskusikan bersama dengan OKP lainnya untuk mencari solusi.
Menurut Bello PTSP dan KNPI tidak bisa di gabung di Gedung Pemuda melihat ruangan yang sangat terbatas.
"KNPI sampai hari ini masih berada pada komitmen bahwa KNPI tetap bersekretariat di gedung pemuda, dan masih tetap mencari solusi," tuturnya.
Diketahui sebelumnya, DPD KNPI Toraja Utara bersama puluhan Organisasi Kepemudaan (OKP) Toraja Utara menggelar Aksi di depan Eks Kantor DPRD Toraja Utara, Kamis (13/04) kemarin.
Dalam aksinya, Pengurus DPD KNPI Toraja Utara dan 30 OKP menuntut untuk kembali ke rumahnya (sekretariatnya) yang pernah di pakai Kantor DPRD Torut.
Dalam Aksi itu tidak mendapat titik temu, walaupun kehadiran Wakil Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong mewakili Pemerintah untuk membicarakan terkait tuntutan pengurus KNPI dan OKP.













