KabarMakassar.com– Setelah masa cuti kampanye, Bupati Maros, Chaidir Syam, resmi kembali aktif menjalankan tugasnya dengan menghadiri upacara peringatan Hari Guru Nasional di Lapangan Pallantikang, Senin (25/11).
Momentum ini dimanfaatkan Chaidir untuk menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan tenaga pendidik di Kabupaten Maros.
Dalam sambutannya, Chaidir mengungkapkan bahwa sebanyak 1.507 guru di Maros telah menerima gaji sertifikasi. Namun, masih ada sekitar 393 guru yang belum menerima haknya akibat kendala data yang belum valid.
“Total penerima ada 1.900 guru. Sisanya masih dalam proses penyelesaian. Kami berupaya keras agar pencairan dana sertifikasi selesai pekan ini,” ujar Chaidir.
Ia juga memaparkan bahwa dari total anggaran sertifikasi sebesar Rp27 miliar, hingga saat ini sudah Rp25 miliar yang berhasil dicairkan.
“Masih ada sekitar Rp2 miliar yang belum cair. Kami memastikan proses ini segera tuntas,” tambahnya.
Peningkatan Insentif Guru Honorer
Selain isu sertifikasi, Chaidir menyoroti kesejahteraan guru honorer, terutama mereka yang bertugas di daerah terpencil seperti Mallawa dan Bontosomba. Ia mengakui bahwa beberapa guru honorer di wilayah tersebut masih menerima insentif yang relatif rendah, yakni hanya Rp500 ribu per bulan.
“Pemerintah Kabupaten Maros sedang mengupayakan peningkatan insentif bagi guru honorer, terutama yang bertugas di lokasi terjauh. Mereka adalah pahlawan pendidikan yang harus mendapat perhatian lebih,” tegas Chaidir.
Ia berharap kebijakan ini dapat meningkatkan semangat para guru dalam menjalankan tugas mereka, terutama di wilayah-wilayah dengan akses yang sulit.
Agenda Padat Bupati di Hari Guru
Setelah menghadiri upacara, Chaidir dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda penting lainnya. Ia akan menghadiri seminar guru, pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Keuangan, serta pertemuan dengan badan wakaf untuk membahas pengelolaan dana pendidikan berbasis wakaf.
Hari Guru Nasional tahun ini menjadi momentum bagi Chaidir untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Maros. Dengan menyelesaikan isu sertifikasi dan meningkatkan insentif guru honorer, ia berharap kualitas pendidikan di daerahnya semakin maju.
“Kesejahteraan guru adalah prioritas utama. Mereka adalah pilar penting dalam membangun generasi masa depan Kabupaten Maros,” tutup Chaidir.














