KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan pentingnya aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk beradaptasi dengan perubahan pola komunikasi publik di era digital yang semakin dinamis.
Hal itu disampaikan saat membuka Pertemuan Bakohumas dan Admin Media Sosial lingkup Pemkab Gowa Tahun 2025, yang digelar di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Rabu (15/10).
Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari unsur pengelola kehumasan, admin media sosial perangkat daerah, dan camat se-Kabupaten Gowa.
Menurut Bupati Husniah, media sosial kini menjadi wajah baru pemerintahan modern. Setiap informasi pemerintah dapat langsung menjangkau masyarakat tanpa harus melalui perantara media konvensional.
“Kalau dulu pemerintah menunggu media cetak untuk menyampaikan informasi, kini setiap perangkat daerah bisa langsung berinteraksi dengan warga hanya melalui satu sentuhan di layar ponsel,” ujarnya.
Ia menilai, perubahan ini menuntut para ASN, khususnya admin media sosial pemerintah, untuk lebih kreatif dan komunikatif. Pemerintah, kata dia, tidak lagi bisa hanya menyampaikan pesan satu arah, melainkan harus membuka ruang dialog yang partisipatif.
“Kita harus beralih dari monolog menjadi dialog, bahkan polilog. Masyarakat bukan lagi objek pasif, melainkan mitra aktif yang ingin didengar dan dilibatkan,” tegasnya.
Bupati Husniah juga menekankan bahwa peran admin media sosial pemerintah kini jauh lebih kompleks. Mereka bukan sekadar pengunggah konten, melainkan berperan sebagai jurnalis digital, pelayan publik, analis data, hingga duta digital yang membawa citra pemerintah di dunia maya.
“Admin hari ini bukan hanya pengunggah konten. Mereka adalah jurnalis yang memverifikasi fakta, customer service yang melayani masyarakat, analis data yang membaca tren, dan duta digital yang membawa wajah pemerintah di dunia maya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap perangkat daerah mampu membangun strategi komunikasi publik yang humanis, dengan penyampaian pesan yang dekat dengan keseharian warga.
“Program pemerintah yang baik harus dikomunikasikan dengan cara yang baik pula. Gunakan bahasa yang akrab, visual yang menarik, dan cerita yang mudah dipahami masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan praktik baik bagi para pengelola kehumasan dan admin media sosial.
“Kita ingin memperkuat kapasitas para admin agar mampu menyusun konten strategis, tanggap terhadap isu publik, dan memahami karakter audiens di tiap platform,” katanya.
Menurut Arifuddin, sinergi antar-humas dan admin media sosial di lingkup Pemkab Gowa akan memperkuat tata kelola komunikasi publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Kolaborasi antara pengelola humas dan admin media sosial diharapkan tidak hanya mempercepat arus informasi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tutupnya.
