KabarMakassar.com – Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, menerima kunjungan Staf Ahli Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama jajaran PT Firman’s Grup di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, Rabu (15/7).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk mendorong pembangunan pertanian yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kabupaten Bantaeng.
Bupati Bantaeng, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian di Bantaeng. Menurutnya, pembangunan pertanian membutuhkan kolaborasi yang kuat agar mampu menjawab tantangan sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan petani.
“Kolaborasi adalah kunci. Pemerintah Kabupaten Bantaeng terus membuka ruang kerja sama dengan seluruh pihak untuk menghadirkan inovasi, teknologi, investasi, dan program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor pertanian masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, sinergi dengan Kementerian Pertanian RI dan dunia usaha menjadi langkah strategis dalam mempercepat modernisasi pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
Dalam pertemuan tersebut turut dibahas sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan di Kabupaten Bantaeng, mulai dari peningkatan kualitas produksi, penguatan sumber daya manusia pertanian, hingga peluang investasi yang mampu memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat luas.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Mahyudin, yang turut hadir mendampingi Bupati Bantaeng, menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat serta mitra swasta akan terus diperkuat untuk mendukung percepatan program pembangunan pertanian di daerah.
Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Bantaeng berharap terjalin kemitraan yang semakin solid dalam mendukung program strategis nasional sekaligus mempercepat terwujudnya sektor pertanian Bantaeng yang modern, produktif, dan berkelanjutan sebagai fondasi penguatan ekonomi daerah.
