Indeks
News  

Bupati Bantaeng Pastikan Jatah Pupuk Aman dan Harga Turun 20 Persen

Bupati Bantaeng Pastikan Jatah Pupuk Aman dan Harga Turun 20 Persen
Tasyakuran Swasembada Pangan yang digelar secara daring (Zoom Meeting). (Dok: Ist)

KabarMakassar.com –- Setelah sempat menghadapi tantangan berat terkait kelangkaan pupuk pada periode 2023–2024, para petani di Kabupaten Bantaeng kini bisa bernapas lega.

Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bantaeng memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan produksi pangan.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin (akrab disapa Uji Nurdin), saat meninjau kesiapan sektor pertanian di daerahnya, Rabu (7/1).

Bupati menekankan bahwa bagi petani yang namanya telah tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), jatah pupuk mereka telah tersedia dan siap disalurkan.

“InsyaAllah, bagi petani yang sudah terdata dalam RDKK, jatah pupuknya tersedia. Kami pastikan distribusinya berjalan lancar sehingga tidak ada lagi hambatan di musim tanam kali ini,” ujar Bupati Fathul Fauzy.

Bagi petani yang belum masuk dalam sistem RDKK, Bupati muda ini menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan terus melakukan percepatan pendataan dan validasi agar seluruh petani di Bantaeng dapat terakomodir dalam skema bantuan pupuk pemerintah.

Selain jaminan stok, kabar baik lainnya datang dari tingkat nasional. Sebagai wujud nyata keberpihakan terhadap nasib petani, Presiden Republik Indonesia telah menetapkan kebijakan penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen.

Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban biaya produksi yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat tani. Dengan harga yang lebih terjangkau, diharapkan kesejahteraan petani dapat meningkat seiring dengan peningkatan produktivitas lahan.

Pemerintah Kabupaten Bantaeng berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini hingga ke tingkat pengecer (kios pupuk).

Pengawasan ketat akan dilakukan guna mencegah adanya oknum yang mencoba mempermainkan harga atau menghambat distribusi.

“Penurunan harga ini adalah hadiah bagi para petani kita. Tugas kami di daerah adalah memastikan kebijakan Bapak Presiden sampai langsung ke tangan mereka tanpa kendala,” pungkas Fathul Fauzy.

Dengan ketersediaan stok yang terjamin dan harga yang lebih murah, sektor pertanian di Bantaeng diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang lebih kuat di tahun 2026.

Exit mobile version