Indeks
News  

Bulog Gelontorkan 52 Ribu Ton SPHP Jagung Pakan untuk Peternak

Bulog Gelontorkan 52 Ribu Ton SPHP Jagung Pakan untuk Peternak
ilustrasi (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Perum BULOG kembali mendapatkan mandat dari Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan 52.400 ton jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung. SPHP Jagung ini disalurkan kepada 2.109 peternak ayam ras petelur mandiri dengan harga Rp5.500 per kilogram (kg) di tingkat peternak.

SPHP Jagung bertujuan untuk stabilisasi pasokan sekaligus menekan harga jagung pakan di tingkat peternak yang kemudian akan mempengaruhi kepada harga telur dan daging ayam. Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga harga petani sekaligus melindungi peternak.

Penyaluran SPHP Jagung ini menggunakan stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang dikelola oleh BULOG. SPHP Jagung 2025 menyasar kepada 2.109 peternak mandiri yang terdiri dari 192 peternak mikro, 1.693 peternak kecil, dan 224 peternak menengah yang tersebar di 16 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Banten, D.I. Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, NTB, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.

Penerima program SPHP Jagung tahun 2025 telah melalui verifikasi bersama antara Bapanas dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian serta Perum BULOG. Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa BULOG siap sepenuhnya menjalankan amanah pemerintah.

“Kami siap melaksanakan penyaluran SPHP Jagung 2025 melalui koperasi dan asosiasi yang ditetapkan, dengan stok jagung sebesar 71 ribu ton yang kami miliki. Kami berkomitmen memastikan program ini berjalan tepat sasaran, tertib administrasi, serta memberikan manfaat nyata bagi peternak maupun petani,” ucap Rizal, Minggu (28/09/2025).

Kebijakan harga Rp5.500/kg ini dirancang dengan skema yang menguntungkan kedua belah pihak. Petani tetap menerima harga yang baik (lebih tinggi dibanding harga sebelumnya Rp3.150–Rp4.500), sementara peternak bisa memperoleh jagung dengan harga terjangkau karena biaya distribusi dan pengolahan ditanggung pemerintah.

“Melalui skema ini, pemerintah bersama BULOG menutup rantai distribusi dengan konsep “closed loop”, petani menjual hasil panen dengan harga baik, BULOG sebagai offtaker menjaga pasokan, peternak mendapat pakan dengan harga terjangkau, dan konsumen menikmati pangan dengan harga wajar,” jelasnya

Dengan ketersediaan CJP yang dikelola BULOG sekitar 71 ribu ton, di mana 52.400 ton dilepas untuk SPHP tahun ini, Pemerintah optimis stabilisasi harga pakan akan tercapai, produktivitas peternak meningkat, dan masyarakat mendapat manfaat langsung berupa ketersediaan telur serta daging ayam yang berkualitas dengan harga terjangkau.

error: Content is protected !!
Exit mobile version