KabarMakassar.com — Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-IV Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) resmi digelar di Kota Makassar pada Sabtu (28/06).
Acara berlangsung di Hotel Aston, Jalan Hasanuddin, dan dihadiri sejumlah tokoh nasional serta daerah diantaranya Wakil Menteri Agama KH Romo HR Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, dan Sekprov Sulsel Jufri Rahman dan Pimpinan Dari unsur TNI Polri
Mukernas kali ini mengangkat tema “Sinergi Harmoni Permabudhi Peduli Bumi.”
Wakil Menteri Agama RI, KH Romo HR Muhammad Syafi’i menegaskan pentingnya persatuan dan kekompakan dalam membangun bangsa.
“Modal utama membangun suatu bangsa adalah persatuan, kekompakan. Tanpa itu pembangunan akan sulit di dalam dunia,” ungkapnya
Wamenag juga mengapresiasi peran organisasi keagamaan seperti Permabudhi dalam mendukung program pemerintah.
“Kehadiran Permabudhi ini justru memperpendek jarak, membuat kegiatan di tingkat nasional itu dapat lebih mudah realisasi ketika semakin banyak unit-unit kelompok masyarakat yang kemudian selain mendistribusikan program itu, tapi juga berkontribusi terhadap program-program yang dilakukan oleh pemerintah.” tambahnya.
Ketua Umum Permabudhi, Prof Philip K. Widjaja mengatakan, Mukernas merupakan agenda tahunan yang menjadi amanah organisasi sebagaimana tertuang dalam AD/ART.
“Kita ingin organisasi ini bermanfaat, bukan hanya untuk umat Buddha, tapi juga memberikan kontribusi lebih luas kepada bangsa dan masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya persatuan serta peran strategis umat beragama dalam menjaga keharmonisan dan memperkuat eksistensi Indonesia di mata dunia.
“Ke depan, kita ingin Indonesia makin hebat, bagus, dan tetap berada dalam kedaulatan yang memiliki nilai budaya dan sejarah yang panjang,” ungkapnya
“Agama jangan jadi bahan perdebatan, tapi justru menjadi jembatan kesamaan,” tambahnya
Mukernas kali ini, lanjut Prof Philip, juga menjadi momen peluncuran program baru bertajuk Ecodharma, yang berlandaskan ajaran Buddha tentang pelestarian lingkungan dan keharmonisan hidup.
“Kita ingin program ini sejalan dengan arahan Menteri Agama, dan membawa manfaat tidak hanya secara spiritual tapi juga sosial dan ekologis,” jelasnya













