KabarMakassar.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 1,04 persen pada Februari 2026. Secara tahun kalender (year-to-date/y-to-d), inflasi Sulsel tercatat sebesar 1,51 persen.
Kenaikan harga secara bulanan ini mencerminkan peningkatan indeks dibandingkan Januari 2026. Tekanan inflasi terutama berasal dari beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga signifikan.
Kepala BPS Sulsel Aryanto menyampaikan perkembangan inflasi bulanan tersebut dalam rilis resmi. Ia menjelaskan bahwa inflasi Februari berada di atas satu persen.
“Tingkat inflasi month to month (m-to-m) pada Februari 2026 sebesar 1,04 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Sulawesi Selatan bulan Februari 2026 sebesar 1,51 persen,” jelas Aryanto dalam rilis resminya, Senin (2/3).
Aryanto menjelaskan bahwa kenaikan harga pada sejumlah kelompok mendorong inflasi Februari. Ia menyebut pergerakan indeks terjadi hampir di seluruh kelompok utama.
Secara kelompok pengeluaran, penyediaan makanan dan minuman/restoran memberikan andil 0,07 persen terhadap inflasi umum. Komoditas seperti nasi dengan lauk dan bakso siap santap menjadi penyumbang utama kenaikan bulanan.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil 0,02 persen terhadap inflasi bulanan. Komoditas yang dominan menyumbang antara lain bahan bakar rumah tangga dan kontrak rumah.
Kelompok kesehatan menyumbang 0,01 persen terhadap inflasi m-to-m. Obat gosok, tarif dokter umum, dan vitamin menjadi komoditas yang berkontribusi terhadap kenaikan harga.
Beberapa kelompok tidak memberikan andil signifikan terhadap inflasi umum. Kelompok pendidikan serta rekreasi, olahraga, dan budaya tercatat tidak menyumbang signifikan secara bulanan.
Di sisi lain, kelompok pakaian dan alas kaki memberikan andil deflasi sebesar minus 0,01 persen terhadap inflasi umum. Deflasi juga dipengaruhi turunnya harga beberapa komoditas sandang.
Secara spasial, delapan daerah IHK di Sulsel juga mencatat inflasi tahunan pada periode yang sama. Dinamika tersebut turut mencerminkan adanya tekanan harga yang cukup luas di berbagai wilayah.













