KabarMakassar.com — Potensi event lokal pada 24 Kabupaten/Kota di Sulsel harus ditingkatkan ke jenjang event nasional. Untuk itu, melalui Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Sulsel pihaknya melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait pengembangan event daerah.
Kegiatan ini merupakan sinergitas antara Disbudpar dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, dilaksanakan untuk gelombang ke II di Hotel Gammara, Makassar pada hari Rabu hingga Jum'at mendatang.
Kepala Disbudpar Sulsel, Prof. Jufri dalam sambutannya mengatakan melalui bimtek ini ia berharap para Aparatur Sipil Negara (ASN) mampu melakukan pengembangan event dengan melihat pemetaan potensi daerah masing-masing.
"Potensi lokal yang kita punya bisa kembangkan menjadi event besar. Karena 24 Kabupaten di Sulsel ini potensi budaya sangat kental," kata Prof. Jufri, Rabu (26/10).
Diketahui delapan Kabupaten/Kota yang berpartisipasi pada gelombng II ini yakni, Palopo, Wajo, Bulukumba, Takalar, Barru, Luwu utara, Gowa dan Bone. Ada 30 orang peserta.
Olehnya itu, Pemprov Sulsel siap memberikan dukungan anggaran termasuk anggaran daerah hingga kementerian.
"Enam event masuk Nasional. Supaya kita bisa menyiapkan anggaran bagi daerah yang event nya bisa lolos ke event nusantara. Intinya bahwa selain faktor akomodasi yang menentukan adalah atraksi yang bisa menarik saksikan. Tentu harus kolaborasi dengan baik agar penyelenggaraan event suatu daerah," jelasnya.
Di tempat yang sama, Sekertaris Disbudpar Sulsel, Devo Khaddafi menambahkan Bimtek ini bagian dari upaya memberikan konsep dasar yang seragam dalam manajemen event daerah.
"Kami harapkan dari bimbingan teknis ini akan kita dapatkan sebuah kesamaan cara untuk apa, seperti penganggaran setiap event, kemudian bagaimana manajemen risikonya, yang paling terakhir dari bimtek ini harapkan juga setiap peserta mampu melakukan monitoring dan evaluasi setiap event," jelasnya.
Pada intinya, lanjut Devo nantinya para ASN akan melakukan pemetaan event agar mudah mengatur anggaran yang ada.
"Dilakukan pemetaan setiap event di daerah sehingga peserta mengetahui event mana yang bisa diangkat menjadi event provinsi, event nasional dan event daerah kabupaten sehingga mampu mengatur anggaran yang ada," tungkasnya.