KabarSelatan.id — Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto berhasil distribusikan 1.203 Paket Mesin Konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) Ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk Petani 2022.
Pendistribusian ini dilaksanakan sejak tanggal 11 hingga 25 November 2022 di depan Kantor Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Jeneponto.
Kadis Pertanian Jeneponto, Achmad, SP. MS.i melalui Kepala Bidang Penyuluhan Noer Ibrah Ibrahim, SP. MS.i mengatakan program ini bertujuan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada petani.
"Melalui program ini, pemerintah ingin mengurangi beban mereka sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani. Disamping itu, meningkatkan produktivitas hasil pertanian," ujarnya kepada kabarselatan.id, Sabtu (26/11).
Selain itu pula, program ini juga memberi kemudahan akses energi dimana petani diberikan pilihan terhadap energi yang akan digunakan sehingga perekonomian petani juga akan terdampak.
"Energi berbahan jenis BBG ini juga dapat mengurangi biaya operasional bagi petani sebanyak 40 hingga 60 persen dibanding penggunaan BBM," bebernya.
Ibra menjelaskan paket Konversi BBM Ke BBG untuk Petani Tahun 2022 tersebut merupakan aspirasi dari Anggota Dewan Pusat, Andi Ridwan Wittiri dari fraksi Partai PDI-P.
Sebagai bentuk aspirasi, Pendistribusian ini pun kian diperketat dengan mengajak sejumlah pihak agar berjalan lancar dan aman.
"Alhamdulillah telah selesai, penyaluran ini juga melibatkan Kementerian ESDM Ditjen Migas, Tim Pendamping DPC PDI-P, Konsultan Pengawas dan Penyedia dari PT. Pratiwi Putri Sulung Jakarta serta Dinas Pertanian Jeneponto,"sebutnya.
Olehnya itu, kami berharap agar bantuan ini berguna dan difungsikan dengan baik untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang akan bermuara terhadap peningkatan kesejahteraan para petani," harapnya.
Berangkat dari pengamatan itu sehingga kami melihat masyarakat. Khususnya para petani cukup antusias dengan program konversi ini.
"Hal ini dibuktikan dengan tingginya animo petani untuk memasukkan persyaratan agar mengikuti program ini. Dan Alhamdulillah pusat telah memberi peluang untuk keberlanjutan program ini di tahun depan," tukas Ibra.
Hal senada diungkapkan Anggota DPR-RI, A. Ridwan Wittiri melalui Ketua DPC PDI-P Jeneponto H. Kaharuddin, SE.
Menurut Kahar, bantuan ini merupakan program pemerintah untuk mendukung diversifikasi energi.
Hal ini berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2019. "Tentang Penyediaan, Pendistribusian, Penetapan harga LPG untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran dan bagi petani sasaran," jelasnya.
Ia mengungkapkan alasan penggunaan LPG sebagai energi alternatif lantaran dapat digunakan petani secara mudah dan sudah dikenal masyarakat.
"Sebab, Kinerja mesin penggerak atau mesin pompa air yang menggunakan LPG relatif hemat dibanding menggunakan bensin, serta ramah lingkungan," tukasnya.
Sementara itu, Rapiuddin selaku penerima manfaat mengatakan bantuan ini sangat bermanfaat bagi para petani.
"Bantuan ini sangatlah bermanfaat. Kita lebih dimudahkan untuk mengairi sawah dan tanaman di kebun. Apalagi mesin ini lebih hemat karena sudah tidak memakai bensin melainkan tabung gas," ucapnya.
Oleh karena itu, Petani asal Kecamatan Turatea ini mengatakan sangat berterima kasih atas bantuan yang diserahkan Pemerintah.
"Saya ucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh pak dewan Ridwan Wittiri, Kementerian ESDM-Ditjen Migas, Dinas Pertanian Jeneponto, Tim Pendamping DPC PDI-P dan Konsultan Pengawas serta Penyedia dari PT. Pratiwi Putri Sulung Jakarta. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk kami dan bagi petani lainnya,"tutup Rapiuddin.













