KabarMakassar.com – Bendahara Umum (Bendum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Imam Fauzan, memasang target ambisius bagi kader PPP di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Pemilu 2029.
Ia menegaskan Sulsel harus mampu mengirimkan tiga wakil ke DPR RI, setelah sebelumnya gagal mendudukkan Amir Uskara (Aura) dan HM Aras karena tak memenuhi Parlimentery Threshold.
Arahannya kepada kader PPP Sulsel, Imam menilai capaian pada Pemilu 2024 tidak boleh hanya dipertahankan, melainkan harus ditingkatkan secara signifikan.
“Kalau kemarin saja bisa dua kursi, tolong periode akan datang wajib hukumnya mengirimkan tiga kader terbaik Sulawesi Selatan sebagai anggota DPR RI di tahun 2029,” tegas Imam Fauzan, dalam agenda pelantikan Ketua dan pengurus PPP Sulsel di Hotel Claro kota Makassar, Sabtu (20/6).
Menurutnya, Sulsel memiliki modal politik yang kuat setelah menjadi provinsi dengan persentase perolehan suara PPP tertinggi di tingkat provinsi pada Pemilu 2024. Namun, ia mengingatkan mempertahankan prestasi justru lebih sulit dibanding meraihnya.
“Jangan untuk mempertahankan saja. Harus jauh lebih baik dari periode sebelumnya,” ujarnya.
Imam juga menekankan bahwa ukuran keberhasilan sebuah partai politik tidak ditentukan oleh banyaknya program kerja yang dijalankan, melainkan dari jumlah kursi yang berhasil diraih di parlemen.
“Kesuksesan sebuah partai tidak dihitung dari berapa jumlah programnya atau semegah mana program kerjanya, tapi akan dihitung di 2029 berapa jumlah kursinya di parlemen,” katanya.
Karena itu, ia meminta seluruh kegiatan partai diarahkan untuk meningkatkan elektabilitas dan berorientasi pada kemenangan politik dalam pemilu mendatang.
Selain target tiga kursi DPR RI, Imam optimistis PPP Sulawesi Selatan mampu meningkatkan perolehan kursi di DPRD Provinsi menjadi minimal 10 kursi pada Pemilu 2029.
“Saya sangat yakin Sulawesi Selatan minimal akan menyumbangkan 10 kursi DPRD Provinsi. Ini realistis, tidak melebih-lebihkan dan tidak mengurang-ngurangi,” ucapnya.
Ia pun mendorong pengurus wilayah untuk menyusun strategi pemenangan di setiap daerah pemilihan agar target peningkatan kursi di tingkat provinsi maupun nasional dapat tercapai.
