Indeks
News  

Bawaslu Sulsel Awasi Ketat Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan di Seluruh Daerah

Bawaslu Sulsel Awasi Ketat Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan di Seluruh Daerah
Rapat Koordinasi Pengawasan Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Tingkat Kabupaten/kota Secara Daring (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Selatan memperketat pengawasan terhadap proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di seluruh kabupaten/kota.

Langkah ini diambil demi memastikan keakuratan data dan perlindungan hak pilih setiap warga negara menjelang pemilu mendatang.

Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, menegaskan bahwa PDPB merupakan pilar utama dalam membangun daftar pemilih yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, pengawasan terhadap proses ini menjadi krusial agar tidak ada satu pun warga yang kehilangan hak konstitusionalnya.

“Bawaslu berkewajiban memastikan tidak ada pemilih yang terabaikan haknya, serta mengawasi agar tidak ada pemilih yang tidak memenuhi syarat masuk dalam daftar,” ujar Saiful Jihad yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Sulsel, usai memimpin rapat koordinasi pengawasan rekapitulasi daftar pemilih berkelanjutan (DPB) tingkat kabupaten/kota secara daring pada Selasa, (01/07).

Bawaslu kabupaten/kota memaparkan hasil koordinasi dan pengawasan terhadap proses pemutakhiran DPB, termasuk sejumlah kendala dan temuan yang dihadapi di lapangan.

Mayoritas temuan mencakup pemilih yang telah meninggal dunia, pindah domisili, alih status pekerjaan, serta berbagai persoalan kependudukan lainnya yang berpotensi memengaruhi akurasi data pemilih.

“Dengan adanya temuan-temuan tersebut, kami berharap Bawaslu kabupaten/kota segera menindaklanjuti melalui koordinasi aktif dengan KPU, memberikan saran perbaikan, atau mengambil langkah lain yang diperlukan,” tegas Saiful.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan kelembagaan antara pengawas dan penyelenggara pemilu. “Dalam melakukan koordinasi, pendekatan dialogis dan humanis sangat diperlukan agar tidak terjadi gesekan dalam pelaksanaan tugas masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bawaslu Sulsel mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam memeriksa keabsahan data pemilih. Masyarakat didorong segera melapor jika mendapati kesalahan data, belum terdaftar sebagai pemilih, atau menemukan adanya pemilih yang tidak memenuhi syarat namun masih tercantum dalam daftar.

“Laporan bisa disampaikan langsung ke kantor Bawaslu terdekat atau melalui kanal pengaduan resmi yang telah disiapkan. Partisipasi publik sangat penting demi memastikan daftar pemilih yang inklusif dan adil bagi semua warga,” tegas Saiful.

Dengan pengawasan yang ketat dan dukungan masyarakat, Bawaslu Sulsel berharap daftar pemilih pada Pemilu mendatang benar-benar mencerminkan kondisi faktual dan menjamin hak pilih setiap warga tanpa kecuali.

error: Content is protected !!
Exit mobile version