KabarMakassar.com — Atlet peraih medali PON XXI Aceh-Sumut asal Sulawesi Selatan lebih memilih pencairan bonus dilakukan secara penuh melalui APBD Perubahan ketimbang dicairkan secara bertahap.
Dikhawatirkan, skema pencairan dua tahap justru menimbulkan ketidakpastian, terutama jika anggaran tambahan tidak disetujui dalam pembahasan perubahan anggaran.
Syamsuddin Massa, atlet lari peraih medali perak, menyampaikan bahwa pencairan awal sebesar Rp6,75 miliar dinilai tidak akan merata jika dipaksakan dibagi ke seluruh atlet, pelatih, dan official.
Karena itu, dia lebih memilih menunggu agar pencairan dilakukan sekaligus setelah APBD Perubahan disahkan.
“Menurut saya kalau Rp6,7 miliar itu pasti tidak merata dan cukup kurang. Kalau saya, lebih baik menunggu yang penting mengikuti APBD Perubahan,” ujar Syamsuddin saat diwawancarai usai rapat bersama Komisi E DPRD Sulsel, Senin (23/06).
Samsuddin mengaku siap menunggu hingga akhir tahun demi memastikan pencairan bonus sesuai nominal yang dijanjikan sebelumnya.
Dia mengungkapkan kekhawatirannya jika pencairan dilakukan dua tahap, bonus sisanya justru berisiko tidak dibayarkan.
“Karena sesuai yang dibilang tadi yang DPRD bila dibayarkan Rp6,7 miliar itu belum tentu dibayarkan selebihnya itu,” jelasnya.
Dirinya juga menegaskan bahwa keputusan menunggu akan didiskusikan lebih lanjut bersama sesama atlet agar mendapat kesepakatan bersama.
“Jangan sampai tidak dibayarkan karena katanya tadi itu tidak pasti. Menunggu keputusan teman-teman,” katanya.
Syamsuddin juga berharap agar nominal bonus yang diterima minimal setara dengan bonus pada PON Papua sebelumnya, yakni Rp200 juta untuk emas, Rp150 juta untuk perak, dan Rp100 juta untuk perunggu.
“Kalau disuruh menunggu itu diusahakan nominalnya yang sesuai PON Papua. Medali emas Rp200 juta, perak Rp150 juta, perunggu Rp100 juta,” tuturnya.
Dia juga menyebut bahwa bonus awalnya dijanjikan cair pada Maret 2025 oleh Pj Gubernur Sulsel saat itu, Prof Zudan Arif Fakrulloh, namun hingga kini belum terealisasi.
“Sejak bulan Maret yang dijanjikan,” ungkapnya.
Meski tidak ada kepastian nominal saat dijanjikan, dia menegaskan bahwa para atlet saat itu hanya dijanjikan akan mendapat bonus seperti pada PON sebelumnya.
“Tidak menyebut nominal cuma. Tapi disamakan dengan Papua, ada bonus. Itu dari PJ gubernur saat itu yang menjanjikan pencairan di Maret 2025,” pungkasnya.
Dilansir dari siaran pers resmi Pemprov Sulsel, Pj Gubernur Sulawesi Selatan kala itu, Prof Zudan Arif Fakrulloh memang menjanjikan sejumlah bonus kepada para atlet sesaat sebelum pembukaan PON XXI Aceh-Sumut digelar.
Bagi mereka yang sudah bertanding dan menuai kemenangan, ucapan terima kasih pun kembali meluncur dari Prof Zudan. Disampaikan pula bahwa Pemprov sudah menyiapkan bonus yang tidak kalah dari PON Papua sebelumnya.
Prof Zudan pada kesempatan itu juga memberikan kabar gembira lainnya, bagi para atlet yang juga menjadi pejuang ilmu, beasiswa menanti.
“Jadi saya tambahin yang mau S1 dapat beasiswa S1, yang S2 kita lanjutkan S2. Yang sekolah doktor kita beri beasiswa,” ucap Prof Zudan kala itu.
