KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi, menekankan bahwa momen Idul Adha bukan hanya tentang ibadah dan berbagi daging, tetapi juga tentang menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan spiritual.
Terlebih, tahun ini Hari Raya Idul Adha bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengusung tema global ‘Hentikan Polusi Plastik.’
Dalam Surat Edaran Wali Kota Makassar Nomor 660.01/164/s.edar/DLH/VI/2025, Appi mengajak seluruh warga kota untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mengelola limbah kurban secara benar.
Ia menyebut bahwa saat ini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa sudah menampung hingga 150 ton sampah per hari. Jumlah yang menurutnya mengkhawatirkan dan tidak bisa terus dibiarkan tanpa upaya pengurangan dari sumbernya.
“Kalau kita tidak mengubah cara kita memperlakukan sampah, terutama saat momen besar seperti Idul Adha, maka kota ini akan menanggung beban yang lebih berat dari yang bisa ditampung. Kita harus mulai dari hal kecil—dari rumah, dari masjid, dari panitia kurban,” ujar Appi, Kamis (05/06).
Appi menyoroti bahwa kebiasaan menggunakan kantong plastik saat membagikan daging kurban masih sangat tinggi di Makassar. Padahal, banyak alternatif ramah lingkungan yang bisa digunakan, seperti bakul, besek, atau wadah pribadi yang dibawa langsung oleh warga.
“Perubahan tidak harus mahal. Bawa wadah sendiri itu sudah cukup menjadi bentuk kesadaran. Jangan kita jadikan hari suci ini sebagai penyumbang polusi,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa di banyak titik penyembelihan hewan kurban, limbah seperti darah dan kotoran hewan sering kali dibuang sembarangan ke saluran air. Hal ini, menurutnya, berbahaya bukan hanya bagi kebersihan kota tetapi juga bagi kesehatan masyarakat.
“Jangan kita rayakan Idul Adha dengan cara yang mencemari kota sendiri. Air selokan yang bau, jalanan penuh plastik dan tulang berserakan—itu bukan gambaran masyarakat yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Dalam edaran tersebut, Appi meminta agar setiap titik salat Id dan lokasi pembagian daging kurban menyediakan tempat sampah terpilah antara organik dan anorganik. Menurutnya, langkah kecil seperti ini akan membawa dampak besar jika dilakukan secara bersama-sama.
“Kalau hari ini kita disiplin menjaga kebersihan, maka anak-anak kita kelak akan melihat kota ini lebih baik. Tapi kalau kita terus abai, maka kita hanya mewariskan gunungan sampah dan udara yang kotor,” ujar Appi.
Appi menyebut bahwa momentum Idul Adha seharusnya menjadi refleksi bukan hanya untuk berbagi, tetapi juga untuk mengubah pola hidup. Ia meyakini bahwa kesadaran terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari ibadah, bukan hal yang terpisah.
“Idul Adha harus lebih dari sekadar seremoni. Ia harus menjadi perwujudan kepedulian kita pada sesama dan pada bumi. Mari kita mulai dari kebersihan, dari menolak plastik, dari mengelola limbah dengan benar. Jangan tunggu aturan keras atau sanksi. Kesadaran itu seharusnya lahir dari hati,” katanya.
Dengan ajakan ‘Idul Adha 2025 Tanpa Sampah Plastik,’ Appi berharap Makassar bisa memberi contoh bahwa kota besar pun bisa menjalankan perayaan religius dengan cara yang bersih dan bertanggung jawab.
“Mariki’ jadikan kurban tahun ini lebih bermakna, bukan hanya untuk sesama, tapi juga untuk bumi kita tercinta,” tutupnya.
