KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi meminta seluruh camat dan lurah memperhatikan konsep acara perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, terutama penampilan anak-anak di atas panggung saat pesta rakyat.
Appi menegaskan pesta rakyat dalam rangka peringatan kemerdekaan harus tetap mengedepankan nilai kepatutan dan tidak menjadikan anak-anak sebagai objek tontonan yang tidak sesuai usia.
Hal itu disampaikan Appi saat Rapat Forkopimda Kota Makassar dalam rangka penguatan sinergitas menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Novotel Makassar Grand Shayla, pada Kamis (13/08).
Menurut Appi, kegiatan perayaan kemerdekaan di tingkat wilayah memang perlu dikemas meriah. Namun, aspek kepatutan dalam setiap pertunjukan juga harus menjadi perhatian panitia dan pemerintah di wilayah setempat.
Ia secara khusus menyoroti penampilan anak-anak yang masih di bawah umur dalam sejumlah acara hiburan.
“Jangan, mohon maaf, di panggung anak kecil di bawah umur tampil dengan pakaian seronok. Itu saya enggak mau lihat lagi dance-dance anak-anak kecil yang belum sampai umurnya,” tegas Appi.
Appi meminta camat dan lurah memastikan setiap kegiatan yang digelar memiliki dasar dan nilai-nilai yang baik. Ia tidak ingin momentum HUT RI justru diisi pertunjukan yang berpotensi menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
“Tolong menampilkan acara-acara yang punya dasar-dasar dan nilai-nilai norma yang baik,” ujarnya.
Selain soal penampilan anak, Appi juga meminta seluruh penyelenggara menjaga keamanan selama rangkaian pesta rakyat. Menurutnya, kegiatan yang menghadirkan banyak orang harus diantisipasi sejak persiapan hingga acara berakhir.
Ia meminta RT/RW, tokoh masyarakat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas ikut mengawasi kondisi di lingkungan masing-masing.
Program Jagai Anakta juga diminta diperkuat untuk mencegah kenakalan remaja, tawuran hingga keterlibatan anak muda dalam geng motor.
Appi menegaskan perayaan kemerdekaan bukan momentum untuk mencari kelompok yang paling kuat di wilayah masing-masing.
“Ini adalah pesta rakyat, pesta masyarakat. Kita harus jaga bersama jangan sampai karena kerumunan-kerumunan ini bisa mengakibatkan pertikaian atau perselisihan yang sebenarnya tidak perlu terjadi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Makassar Anwar Faruq mendukung perhatian Appi terhadap penampilan dalam acara 17 Agustus.
Ia meminta camat dan lurah memastikan anak-anak tidak dieksploitasi dalam pertunjukan hiburan.
“Penampilan-penampilan untuk aksi-aksi perayaan kegiatan 17-an, agar supaya anak-anak tidak dieksploitasi,” ujar ketua DPW PKS Sulsel itu.
Menurutnya, kegiatan kemerdekaan seharusnya memberikan hiburan yang layak sekaligus menghadirkan aktivitas positif bagi generasi muda.
Anwar Faruq juga mendorong pemerintah menghadirkan kegiatan yang dapat mengembangkan potensi anak muda setelah rangkaian perayaan kemerdekaan selesai.
Ia mencontohkan rencana job fair pada 19-20 Agustus sebagai salah satu kegiatan produktif yang dapat mengarahkan generasi muda pada aktivitas positif.
“Kalau masyarakat disibukkan dengan kegiatan-kegiatan, tidak ada gerakan-gerakan tambahan yang akan dia lakukan, karena mereka sibuk untuk mengembangkan diri, sehingga hal-hal negatif itu bisa dihindarkan,” tukasnya.
![]()













