kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

APBD Gowa 2025: Pendapatan Rp2,207 Triliun, Belanja Rp2,272 Triliun

APBD Gowa 2025: Pendapatan Rp2,207 Triliun, Belanja Rp2,272 Triliun
Rapat Paripurna DPRD Gowa, (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan tahun anggaran 2025 akan fokus pada pemulihan sosial ekonomi yang berkelanjutan dengan penekanan pada penguatan sumber daya manusia (SDM).

Hal itu ia sampaikan saat menyerahkan Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan APBD 2025 pada Rapat Paripurna DPRD Gowa, Selasa (26/08).

“Perubahan APBD 2025 mencatat proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp2,207 triliun, atau naik 0,40 persen dari target sebelumnya. Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan meningkat 2,25 persen menjadi Rp2,272 triliun,” ujar Bupati Talenrang.

Ia menambahkan, sumber pendapatan daerah juga menunjukkan tren positif. “Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan naik 20,1 persen atau setara Rp51 miliar. Kenaikan ini menjadi bukti bahwa upaya penguatan fiskal daerah mulai menunjukkan hasil,” jelas Ketua DPW PAN Sulsel ini.

Meski begitu, pemerintah tetap melakukan efisiensi pada pos tertentu. “Kami melakukan penyesuaian belanja modal seiring kebijakan penghematan anggaran nasional, namun tetap menjaga alokasi strategis. Selain itu, kami siapkan belanja tidak terduga Rp25,8 miliar untuk memperkuat penanganan risiko darurat,” ungkapnya.

Menurut Bupati, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan instrumen untuk memastikan layanan publik tetap berjalan optimal. “APBD adalah instrumen kunci untuk berakselerasi mewujudkan visi bersama menuju Gowa yang lebih maju. Semua kebijakan ini harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tema pembangunan Gowa 2025 ditetapkan sebagai pemulihan sosial ekonomi berkelanjutan dengan dukungan penguatan SDM, pemanfaatan infrastruktur, dan peningkatan daya saing daerah. Pemerintah menetapkan lima prioritas pembangunan, yaitu peningkatan kualitas SDM, pertumbuhan ekonomi merata, penguatan infrastruktur, perlindungan sosial akurat, serta tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

“Harapan kami, perubahan APBD 2025 ini merefleksikan kebutuhan masyarakat secara langsung. Kami ingin peningkatan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, hingga daya saing tenaga kerja bisa menjadi pondasi pemulihan yang berkelanjutan,” tutupnya.

Loading

error: Content is protected !!