kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Andi Syahrum Bawa Dua Usulan Atasi Krisis Air Makassar ke Kementerian PU

Andi Syahrum Bawa Dua Usulan Atasi Krisis Air Makassar ke Kementerian PU
Plt Dirut PDAM Andi Syahrum membawa dua usulan atasi krisis air Makassar ke Kementerian PU (Dok: Ist)

KabarMakassar.com – Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memfasilitasi pembangunan bendung karet di sekitar Sungai Tello. Ia juga meminta air Bendungan Nipa-Nipa di Kecamatan Manggala dapat dimanfaatkan untuk menambah pasokan air baku Kota Makassar.

Permintaan itu disampaikan langsung oleh Plt Dirut PDAM Kota Makassar, Andi Syahrum saat melakukan pemaparan dan koordinasi di Kantor Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah, Sekretariat Jenderal Kementerian PU RI, Jakarta, Jumat (21/08).

Dalam kunjungan, Andi Syahrum diterima oleh Rani Charisma Dewi dan Rethon Muliana Canopy yang mewakili Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah Kementerian PU RI.

Andi Syahrum mengatakan pembangunan bendung karet di Sungai Tello dibutuhkan untuk membantu menekan kadar total dissolved solids (TDS) di kawasan pompa Manggala. Tingginya TDS dinilai dapat memengaruhi kinerja pompa dan pengolahan air baku.

“Yang pertama adalah bagaimana bisa ada bendung karet di Sungai Tello supaya tingkat TDS di daerah pompa Manggala ini bisa kita minimalisir, sehingga pompa kita bisa berjalan dengan baik,” kata Andi.

Selain bendung karet, Andi Syahrum juga mengusulkan pemanfaatan air Bendungan Nipa-Nipa untuk dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Manggala. Tambahan pasokan itu diharapkan meningkatkan debit air yang dapat diolah dan didistribusikan kepada pelanggan.

“Kemudian yang kedua, bagaimana kami bisa difasilitasi menggunakan air yang ada di Bendungan Nipa-Nipa untuk dialirkan ke Instalasi Manggala supaya debit kita bisa bertambah,” ujarnya.

Menurutnya, dua usulan tersebut dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko krisis air bersih di Makassar, khususnya di enam kecamatan yang membutuhkan dukungan pasokan air.

“Dampaknya, krisis air bersih di Kota Makassar itu bisa diselesaikan dengan baik, terutama untuk air bersih di enam kecamatan. Sehingga kita tidak perlu lagi was-was atau khawatir jika terjadi musim kemarau,” katanya.

Lebih lanjut, Andi Syahrum berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat dikerjakan pada musim kemarau sehingga manfaatnya bisa segera terlihat.

“Apalagi kegiatan ini bisa dikerjakan di musim kemarau, bisa kita lihat hasilnya,” tambahnya.

Dia menyebut usulan tersebut belum pernah diajukan oleh jajaran direksi sebelumnya. Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti bendung karet dan pemanfaatan sumber air bendungan merupakan ranah pemerintah, bukan pekerjaan yang dapat dikerjakan langsung oleh Perumda Air Minum.

“Belum pernah. Karena sebenarnya ini adalah proyek yang mestinya di tingkat pemerintahan, bukan di PDAM yang mengerjakan atau meneruskan atau berkomunikasi dengan kementerian,” jelasnya.

Meski demikian, Andi Syahrum mengambil inisiatif mendatangi pemerintah pusat untuk menyampaikan kebutuhan tersebut. Ia berharap usulan itu dapat menjadi bahan bagi Pemerintah Kota Makassar dan Dewan Pengawas Perumda Air Minum untuk menentukan tindak lanjut.

“Kami mengambil inisiatif ini supaya bisa menjadi bahan masukan kepada KPM dan Ketua Dewas juga selaku Sekda untuk bagaimana menindaklanjuti apa-apa yang telah kami berikan bahan-bahannya,” pungkasnya.