KabarMakassar.com — Andi Sudirman Sulaiman (Andalan) yang saat ini menjabat Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan akan segera dilantik sebagai Gubernur definitif oleh Presiden Jokowi.
Berdasarkan informasi yang beredar, pelantikan dijadwal pada Kamis 10 Meret mendatang.
Pelantikan Gubernur Sulsel definitif diprediksi tanpa posisi Wakil Gubernur. Itu artinya roda pemerintahan Provinsi Sulsel akan dikendalikan secara tunggal oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Hal itu menjadi kekhawatiran PKS sebagai salah satu dari empat Parpol pengusung pasangan "Prof Andalan" Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman yang memenangkan Pilgub 2018.
Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel, Sri Rahmi menganggap posisi Wakil Gubernur sangat penting dalam manajemen Pemprov Sulsel. Walaupun masa pemerintahan ditangan Andi Sudirman sisa 2 tahun lagi.
"PKS kecewa tidak adanya Wagub. Ini bukan sekedar tentang partisipasi sebagai parpol pengusung. Tapi lebih kepada kesimbangan kewenangan dan tugas dalam menjalankan pemerintahan," tegas Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Sulsel, Sabtu (05/03).
Posisi Wagub, lanjut Sri Rahmi, bukan sekedar simbol, tapi ada tugas dan fungsinya yang diatur UU no 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Wagub itu bertugas memimpin tim anti narkoba di daerah, mengevaluasi OPD.
Menurutnya, fungsi pengawasan menjadi salah satu tugas Wakil Gubernur di dalam Pasal 66 UU Pemerintahan Daerah. Dimana disebutkan bahwa wakil gubernur perlu memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan perangkat daerah.
"Nah kalau tidak ada wagub maka dipastikan kerja-krrja pak Gub akan berat ke depan," tanda Sri Rahmi Ketua Komisi C.
Pengamat politik dari Universitas Bosowa Makassar Arief Wicaksono mengatakan, sesuai regulasinya, jika sampai batas waktu tertentu Plt Gubernur tidak menetapkan calon wakil, maka Plt Gubernur akan dilantik secara definitif, tanpa keberadaan Wagub.
"Oleh karena itu, otomatis Parpol pengusung atau pendukung sudah tidak bisa lagi berkompetisi untuk posisi Wakil," ujar Arief Wicaksono.
Sebelumnya, Kabid Humas dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sulsel, Sultan Rakib menegaskan, tidak ada sama sekali niat dari Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman untuk merencanakan pemerintahan Sulsel tanpa wagub.
“Kita tahu secara transparan, bagaimana proses pengusulan itu terjadi dari DPRD ke pusat. Dan kemendagri yang menentukan kapan pelantikan dan teknis pelantikan ada di Setneg,” ujar Sultan Rakib, Jumat (04/03) di sela sela Mubes Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unhas di Four Point Hotel Makassar.
Ia menambahkan Andi Sudirman Sulaiman adalah sosok pemimpin yang memiliki tanggung jawab besar terhadap roda pemerintahan di Sulsel. Dengan penuh tanggung jawab dan integritas tinggi.
Kesibukan Andi Sudirman akhir-akhir ini fokus bagaimana mengatasi Covid-19 di Sulsel dengan melakukan percepatan vaksin dengan melibatkan seluruh stake holder, TNI/Polri, dan anggota Forkopimda lainnya serta Pemkab/pemkot se Sulsel. Sehingga kasus covid bisa dikendalikan dengan baik di Sulsel.
“Belum lagi masalah bagaimana membangkitkan perekonomian di Sulsel di masa pandemi. Beliau fokus di situ. Menurunkan kemiskinan meningkatkan geliat UKM dan lainnya. Soal bagaimana perjalanan calon wagub, semua sudah berproses sesuai SOP yang ada. Dan rana kewenangan itu ada pada pemerintah pusat, Kemendagri dan Setneg,” ujar Sultan.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Sulsel Muhammad Jabir mengaku belum menerima jadwal resmi atau persuratan perihal pelantikan Gubernur Sulsel definitif.
"Belum ada kami terima. Kita tanya mi Biro Otoda Kantor Gubernur," singkat Muhammad Jabir.













