kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Aksi Solidaritas Mahasiswa UMI Doa Bersama dan Nyalakan Lilin Untuk Rusdamdiansyah

Aksi Solidaritas Mahasiswa UMI Doa Bersama dan Nyalakan Lilin Untuk Rusdamdiansyah
aksi solidaritas mahasiswa UMI (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar menggelar aksi solidaritas doa bersama, tabur bunga, dan menyalakan lilin atas kematian pengemudi ojek online, Rusdamdianysah alias Dandi (25) yang tewas dikeroyok massa pada Jumat 29 Agustus lalu.

Sekitar 50 mahasiswa dari UMI Makassar, menggelar aksi tersebut di deoan kampus 2 UMI di Jalan Urip Sukoharjo, Jumat (05/09) sekitar pukul 20.47 wita.

Dalam aksinya, massa menggelar orasi damai secara bergantian, lalu melakukan dia berdama, menabur bungan hingga menyalakan lilin, dan membentangkan spanduk.

“Semoga pihak Kepolisian dapat mengusut tuntas pelaku yang menewaskan keluarga kami,” kata sepupu Rusdamdiansyah, Iqbal dalam aksi tersebut.

Selain itu, Iqbal berharap tidak ada aksi yang berujung kerusuhan dan mengakibatkan korban jiwa lagi, seperti yang dialami keluarganya.

“Kami keluarga korban mengutuk keras adanya pengeroyokan tersebut dari aksi tanggal 29 Agustus 2025 di Kota Makassar,” kata dia.

“Kami keluarga korban juga berharap tidak adanya aksi balas dendam dan semoga cukup ini saja adanya korban meninggal saat melaksanakan unjuk rasa,” tambahnya.

Atas kematian sepupunya, Iqbal mengatakan pihak keluarganya masih berharap pihak kepolisian segera mengungkap pelaku pengeroyokan korban, dan diproses secara hukum yang berlaku.

“Kami juga masih percaya dari pihak kepolisian dapat mengungkap pelaku pengeroyokan dari Almarhum,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Selatan masih melakukan penyelidikan terkait kematian pengemudi ojek online, Rusdam diansyah alias Dandi (25) yang diduga tewas dikeroyok pada aksi unjuk rasa berlangsung di Jalan Urip Sumoharjo,Makassar.

Korban diketahui, dikeroyok massa aksi setelah dituduh sebagai intel dalam aksi unjuk rasa 29 Agustus lalu, di depan kantor Gubernur Sulsel.

“Masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Didik Supranoto, Rabu (03/09).

Selain itu, kata Didik pihaknya juga masih mendalami dugaan penghasutan atau ajakan pada saat live Tiktok ketika aksi unjuk rasa yang berlangsung yang semulanya kondusif. Namun, berakhir dengan pembakaran.

“Masih dilakukan penyelidikan untuk ITEnya,” pungkasnya.