kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

84 KK Pengungsi Gempa NTT Pulang, BNPB Percepat Pemulihan

84 KK Pengungsi Gempa NTT Pulang, BNPB Percepat Pemulihan
Para penyintas gempa M 7,7 Flores, yang sebelumnya tinggal sementara di pengungsian terpusat Gor Samador, Maumere, NTT.

KabarMakassar.com – Sebanyak 84 kepala keluarga (KK) atau 237 jiwa penyintas gempa bumi magnitudo (M) 7,7 Flores yang sebelumnya mengungsi di GOR Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mulai kembali ke rumah masing-masing.

Hal tersebut berdasarkan data BNPB yang dirilis posko pengungsi pada Senin (24/08) per pukul 18.30 WITA.

Kepulangan ini menjadi bagian dari proses pemulihan bertahap setelah kondisi rumah mereka dipastikan masih aman untuk ditempati.

Suasana di GOR Samador memang tampak berbeda dibandingkan hari-hari awal pascagempa. Para penyintas mulai mengemas barang-barang pribadi, membersihkan area yang selama ini menjadi tempat tinggal sementara, dan bersiap kembali ke rumah dengan tertib.

Sebelum meninggalkan lokasi pengungsian, para penyintas dipanggil satu per satu berdasarkan data kartu keluarga dan menerima bantuan kebutuhan pokok untuk mendukung mereka selama kembali menjalani aktivitas di rumah masing-masing.

Proses kepulangan difasilitasi oleh BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Sikka, Dinas Sosial, TNI AL, Satpol PP, dan Basarnas. Armada disiapkan untuk mengantarkan para penyintas beserta barang-barang pribadi dan bantuan sembako menuju rumah masing-masing.

Kepulangan ini diprioritaskan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan berdasarkan hasil pemeriksaan masih memiliki kondisi struktur yang aman untuk ditempati. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan hasil pendataan serta verifikasi kondisi bangunan.

Sejak gempa bumi M 7,7 Flores terjadi pada Sabtu (15/8), tercatat sebanyak 300 KK atau 1.290 jiwa mengungsi di GOR Samador. Dengan kepulangan 84 KK atau 237 jiwa tersebut, masih terdapat 216 KK atau 1.053 jiwa yang berada di lokasi pengungsian.

BNPB Percepat Pendataan dan Pemulihan Rumah Rusak

BNPB bersama pemerintah daerah akan terus melakukan pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan rumah sebagai dasar pemberian dukungan kepada masyarakat terdampak. Pendataan dilakukan secara bertahap agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan penyintas.

Bagi rumah yang masuk kategori rusak ringan, pemerintah menyiapkan dukungan dana perbaikan sebesar Rp15 juta. Sementara itu, untuk rumah dengan kategori rusak sedang, bantuan perbaikan yang disiapkan sebesar Rp30 juta. Adapun rumah yang mengalami kerusakan berat akan mendapatkan penanganan melalui pembangunan hunian tetap (huntap).

Sebelum hunian tetap selesai dibangun, pemerintah juga menyiapkan skema solusi sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Penyintas dapat memperoleh dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan untuk menyewa rumah sebagai tempat tinggal sementara atau menempati hunian sementara (huntara) sampai pembangunan huntap dapat diselesaikan.

BNPB menegaskan bahwa seluruh dukungan tersebut akan diberikan berdasarkan hasil pendataan, verifikasi, dan validasi tingkat kerusakan rumah yang dilakukan bersama pemerintah daerah. Proses ini penting untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak sekaligus mendukung percepatan pemulihan pascabencana secara tertib dan akuntabel.

Kepulangan sebagian penyintas dari GOR Samador menjadi salah satu tanda bahwa proses penanganan darurat terus bergerak menuju tahap pemulihan. BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan tetap mendampingi masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, serta mempercepat pemulihan hunian agar warga dapat kembali menjalankan kehidupan sehari-hari dengan aman dan nyaman.