KABARBUGIS.ID — Pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pinrang ke 62, warga Dusun Salu Baka, Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa berharap mendapatkan pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka.
Pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara. Pemerintah wajib hadir memberikan perhatian tanpa membeda-bedakan antar daerah. Seperti halnya Sekolah Dasar yang ada di daerah Salu Baka sejak 5 tahun terbengkalai dan membutuhkan perhatian dari pemerintah setempat.
Kondisi SD jarak jauh ini memprihatinkan. Gedung SD tersebut dulunya pernah menjadi tempat belajar anak SD mulai kelas satu hingga kelas tiga. Namun, kini malah telah menjadi gedung kosong tak berpenghuni.
Sementara bagi siswa yang kelas empat hingga kelas enam harus bersekolah ke sekolah induk yang ada di desa tersebut dengan jarak yang cukup jauh. Tak sedikit dari mereka harus putus sekolah karena akses jalan yang kurang baik.
Tokoh masyarakat Dusun Salu Baka, Herman (60) mengatakan dulunya sekolah itu sempat aktif muridnya puluhan orang, kini terbengkalai bahkan gedungnya sudah mulai rusak.
"Dulu siswanya banyak mulai kelas satu hingga kelas tiga. Sementara untuk kelas empat, lima dan enam bersekolah di tempat yang lebih jauh lagi, karena tidak cukup ruangan," kata Herman (13/2) baru baru ini.
"Sekitar lima tahun lalu tidak aktif ini sekolah. Aiss, banyak juga yang putus sekolah karena kondisi," sambungnya kepada KabarBugis.id dengan sedikit logat daerah itu.
Herman menjelaskan, dulu ada guru yang mengajar dua orang. Ada yang berasal dari luar, dan ada yang dari masyarakat setempat.
"Itu hanya honorer. Mungkin mereka merasa akses sulit dan gaji pun tak seberapa, jadi mereka tidak mengajar lagi," bebernya.
Ia pun sangat berharap perhatian pemerintah untuk bisa mengaktifkan kembali sekolah jarak jauh ini. Agar anak mereka tak jauh-jauh lagi harus keluar kampung untuk belajar.
"Jaraknya sekitar 2 km, mereka jalan kaki keluar atau pakai motor untuk tiba di SD terdekat dari sini. Itupun naik turun gunung. Kami terima kasih jika memang mau diaktifkan lagi itu sekolah," ujarnya dengan raut wajah penuh harap.
Herman menambahkan, tak hanya dari segi pendidikan. Dari segi kesehatan pun warga setempat sangat sulit untuk mendapatkan fasilitas kesehatan.
"Jangankan Postu, warga disini kalau sakit parah ya harus ditandu pakai sarung rame rame ke rumah sakit. Kalau naik motor mana bisa duduk," pungkasnya.
Sementara itu, Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, Muzakkir mengaku akan menugaskan Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) untuk segera mengecek kondisi sekolah jarak jauh itu.
"Infonya baru kami dapat, kami akan segera mengecek. Ada bidang Dikdas yang memang tupoksinya mengurus itu," paparnya.
Disisi lain ia menilai memang sekolah jarak jauh memiliki kendala tersendiri. Disamping jarak yang memang biasanya jauh dan sulit diakses, guru juga harus menyesuaikan diri dengan siswa didik.
"Ini kan juga sempat pandemi sehingga PTM dihentikan. Tentu ada kendala lain juga. Intinya bidang Dikdas harus bertemu dengan sekolah induk dari sekolah jauh Salu Baka itu. Harus ada solusi agar anak-anak kita mudah mengakses pendidikan," tutupnya.













