KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Di Kecamatan Mandai, tercatat sebanyak 6.174 siswa dari 24 sekolah telah menjadi penerima manfaat program ini.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG di wilayah tersebut didukung oleh dua dapur utama.
Dapur pertama dikelola oleh Cahaya Bumi Angkasa melalui Rumah Makan Buguri dan melayani 3.143 siswa. Sementara itu, dapur kedua dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Makanan Bergizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Poros Kariango dan melayani 3.031 siswa.
Meski begitu, masih terdapat 39 sekolah di Kecamatan Mandai yang belum mendapatkan layanan program MBG. “Total siswa yang belum terjangkau mencapai 4.380 orang. Kami berharap program ini segera mencakup seluruh sekolah, termasuk SMA dan madrasah,” ungkap Chaidir, Senin (27/01).
Sementara itu, Sekretaris Daerah Maros, Andi Davied Syamsuddin, menyebutkan bahwa anggaran sebesar Rp2,5 miliar telah dialokasikan dalam APBD 2025 untuk mendukung keberlanjutan program ini.
Fokus awal penggunaan anggaran difokuskan pada seluruh sekolah dasar (SD) di Kabupaten Maros.
“Jumlah anggaran memang belum sepenuhnya mencukupi, tapi kami tetap berkomitmen menjalankan program ini. Untuk teknis pelaksanaan di tingkat SMP, kami masih menunggu arahan lebih lanjut,” ujar Andi Davied.
Adapun daftar sekolah yang sudah menerima program MBG di Kecamatan Mandai antara lain:
TK Dharma Wanita, TK Angkasapura, KB Ananda, UPTD SDN 103 Inpres Hasanuddin, UPTD SDN 24 Batangase, UPTD SDN 99 Kadieng, SD Angkasa Pura, UPTD SMPN 5 Mandai, SMP 3 PGRI Mandai, SMA Pratama Batangase, KB Tunas Muda, KB Idaman, TKIT Miftahul Jannah, TKS Mardiyatul Wildan, TK Aisyiyah Bustanul Athfal, TK Adam dan Hawa, SDN 234, SDN 104 Inpres Makkaraeng, Yasdik Annas, MIS DDI Hasanuddin, MTSS DDI Hasanuddin, MAS DDI Hasanuddin, SMPN 16 Mandai, dan SMAN 8 Maros.
Program MBG di Maros merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk mendukung pemenuhan gizi bagi pelajar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sejak usia dini.













