KabarMakassar.com — Kegiatan gerak jalan dalam rangka menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, berakhir insiden. Lomba yang digelar sejak siang hingga malam pada Jumat (15/08) itu membuat belasan pelajar kelelahan hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Video amatir yang beredar di media sosial menampilkan sejumlah pelajar yang dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Padonga Daeng Ngalle. Salah seorang orang tua korban mengaku kecewa melihat anaknya kesakitan tanpa ada pendampingan dari pihak guru di rumah sakit.
Direktur Utama RS Padonga Daeng Ngalle, dr. Ruslan, membenarkan adanya 16 pelajar yang masuk UGD setelah mengikuti lomba.
“Benar, ada 16 orang pelajar yang kami tangani. Semuanya mengalami kelelahan. Kami langsung memberikan perawatan medis awal, dan alhamdulillah tidak ada yang harus dirawat inap. Mereka semua sudah pulang malam itu juga,” jelasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Takalar, H Ziurrahman, menilai lomba tersebut berlangsung tanpa mempertimbangkan aspek ibadah.
“Pingsan itu biasa, tapi meninggalkan salat wajib itu luar biasa. Suara azan mengalahkan suara drumband, dan disukai setan,” ujarnya.
Peristiwa ini menuai sorotan luas dari masyarakat Butta Panrannuangku. Banyak warga menilai lomba tersebut hanya menyiksa pelajar dan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.













