KabarMakassar.com — Sebanyak 11 sekolah di Kota Makassar untuk sementara waktu tidak lagi menerima makanan bergizi gratis (MBG) akibat penutupan salah satu dapur penyedia, yakni SPPG Panakkukang 02.
Penutupan tersebut imbas dari harga MBG yang nilai masyarakat dibawa dari harga yng ditetapkan. Kondisi ini berdampak pada ribuan siswa dari jenjang TK, SD, hingga SMP yang selama ini menjadi penerima manfaat program tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, membenarkan adanya pemberitahuan resmi terkait penghentian sementara operasional dapur tersebut.
“Memang ada satu dapur yang tutup, dan intervensinya itu ke beberapa sekolah. Kalau saya tidak salah, ada 11 sekolah yang terhenti saat ini,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (15/10).
Achi menjelaskan, penghentian ini sepenuhnya berada di luar kewenangan Dinas Pendidikan. Karena itu, pihaknya hanya bisa mengimbau para orang tua siswa agar sementara waktu menyiapkan bekal anak masing-masing ke sekolah.
“Operasionalnya bukan di bawah kami. Kami hanya menyampaikan imbauan agar anak-anak tetap bisa belajar dengan baik meski tidak menerima makanan MBG untuk sementara,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap dapur program MBG memiliki wilayah sasaran tetap yang sudah ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Karena itu, ketika satu dapur berhenti, sekolah yang menjadi tanggung jawabnya tidak bisa otomatis dialihkan ke dapur lain.
“Setiap dapur sudah punya daftar sekolah binaan. Jadi kalau dapur A berhenti, sekolah-sekolah di bawahnya tidak bisa langsung dapat dari dapur B. Itu sudah diatur dari pusatnya,” jelasnya.
Adapun jumlah siswa yang terdampak dari penutupan dapur SPPG Panakkukang 02 ini diperkirakan mencapai lebih dari 3.000 anak.
“Kalau untuk satu dapur, itu kurang lebih tiga ribu lebih siswa,” ungkap Achi.
Ia menyarankan agar pihak sekolah dan orang tua berkoordinasi langsung dengan BGN Makassar terkait jadwal normalisasi operasional dapur MBG.
“Kami juga menunggu informasi lebih lanjut, kapan dapurnya bisa beroperasi kembali,” tutupnya.














