Indeks
News  

1000 Lilin Warnai Depan Kantor Gubernur Sulsel, Sikap Belasungkawa Masyarakat Simbuang

1000 Lilin Warnai Kantor Gubernur Sulsel, Sikap Belasungkawa Masyarakat Simbuang
(Foto : IST).

KabarMakassar.com — Setelah peristiwa tragis yang menimpa salah satu warga Kecamatan Simbuang beberapa hari yang lalu, Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang-Mappak dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemahasiswaan di Kota Makassar melakukan aksi seribu lilin di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu (15/05).

Dari pantauan, tampak ratusan pemuda tengah membakar lilin di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Luka di ufuk barat Tana Toraja, Adinda tak layak lahir di pinggir jalan”. Solidaritas aksi kemanusiaan.

Tak hanya itu setidaknya ada 20 poster dengan nada satir juga dibentangkan di depan nyala lilin tersebut. Diantaranya “menantikan kelahiran sang buah hati, namun naas berujung dengan mati” Ibu ingin melihat engkau mekar tetapi negara tak begitu peduli pada tunas baru akan mekar.

Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang-Mappak (IPPEMSI) Makassar Daniel Grand Saputra mengatakan bahwa aksi kemanusiaan dengan seribu lilin merupakan bentuk duka yang dialami oleh masyarakat Simbuang-Mappak.

Selain daripada berkabung, aksi seribu lilin juga sebagai bentuk pengecaman kepada pemerintah provinsi Sulsel dan pemerintah kabupaten Tana Toraja yang kami nilai merekalah yang bertanggungjawab atas peristiwa tragis yang dialami oleh salah satu warga di kecamatan Simbuang beberapa hari lalu.

Maka dari itu lewat aksi ini, kami menuntut pemerintah provinsi Sulsel dan pemerintah daerah kabupaten Tana Toraja untuk Segera menuntaskan infrastruktur jalan di Simbuang-Mappak, kita semua tidak mau jika ada korban berjatuhan lebih banyak lagi.

Peristiwa tragis tersebut juga mendapat simpati dari berbagai pihak, terbukti banyak masyarakat diluar daripada Simbuang, Tana Toraja hadir dalam aksi 1000 lilin tersebut. Diantaranya, masyarakat Pinrang, Mamasa, luwu, organisasi kemahasiswaan, organisasi kepemudaan, dan tokoh agama. Mereka datang dengan tulus menaruh duka kepada Simbuang-Mappak.

Lebih lanjut Daniel menyatakan bahwa aksi ini ada di dua lokasi, yang pertama di Makassar (Kantor Gubernur Sulsel) Dan Tana Toraja (Plaza Kolam Makale), dengan waktu dan tuntutan yang sama.

“Semoga dari Aksi seribu lilin ini pemerintah Sulawesi Selatan dan Pemerintah daerah kabupaten Tana Toraja bisa membuka hati dan menaruh keseriusan untuk membangun kecamatan Simbuang-Mappak, terkhusus persoalan jalan”, tutup Daniel.

Dimana, kegiatan ini di ikuti 500 lebih simpatisan.

error: Content is protected !!
Exit mobile version