Indeks
News  

10.000 Anak Sulsel Ikut Gerakan Makan Telur untuk Tekan Angka Stunting

10.000 Anak Sulsel Ikut Gerakan Makan Telur untuk Tekan Angka Stunting
Ratusan anak usia dini ikuti Gerakan gemar makan telur di Istana Tamalate, Gowa (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan gizi anak usia dini melalui Gerakan Gemar Makan Telur (GEMAR) yang melibatkan 10.000 anak usia 2–7 tahun dari seluruh kabupaten/kota. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menurunkan angka stunting dan memperkuat ketahanan gizi anak sejak dini.

Sebanyak 400 anak mengikuti kegiatan ini secara langsung di Istana Tamalate, Kabupaten Gowa, Selasa (14/10/2025), sementara ribuan anak lainnya terhubung secara daring dari 24 daerah lain di Sulsel.

Kegiatan ini digagas oleh Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan dan menjadi bagian dari intervensi gizi melalui pendekatan berbasis edukasi dan kampanye konsumsi pangan bergizi.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan pentingnya intervensi gizi sejak usia dini sebagai bagian dari strategi membangun generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Bahwa mereka adalah generasi yang diproyeksi untuk menuju Indonesia Emas 2045, sehingga harus mengawal dari segi gizi, mental, kemudian pengembangan SDM-nya, pendidikan, kesehatan, dan lainnya,” ucapnya.

Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abdul Malik Faisal, menyebutkan bahwa sasaran kegiatan ini adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu, yang secara ekonomi rentan terhadap masalah gizi.

“Mudah-mudahan orang tua yang hadir di sini dengan kampanye gerakan makan telur ini sampai di rumah dan seterusnya selalu memberikan telur kepada anaknya sebagai investasi masa depan mereka,” ujarnya.

Menurut Abdul Malik, konsumsi telur yang terjangkau dan tinggi protein bisa menjadi solusi praktis dalam memperbaiki kualitas asupan harian anak-anak.

“Kebiasaan seperti makan telur sehari-hari dapat berkontribusi besar dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas SDM daerah,” katanya.

Sementara itu, partisipasi sekolah juga terlihat dalam kegiatan ini. Kepala Sekolah TKIT Wahdah Islamiyah Gowa, Supiana, yang hadir mendampingi anak didiknya, menyambut baik inisiatif ini.

“Semoga anak-anak semakin sehat, suka makan telur, dan gizi tercukupi,” ujarnya.

Supiana menambahkan bahwa anak-anak terlihat antusias dan kegiatan seperti ini bisa membantu menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

“Kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat anak-anak untuk mengenal pentingnya makanan bergizi sekaligus menanamkan kebiasaan sehat sejak dini,” katanya.

Gerakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemprov Sulsel dalam menurunkan prevalensi stunting yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah.

error: Content is protected !!
Exit mobile version