KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah dibuka menguat atas dolar Amerika Serikat (AS), sejalan dengan dolar AS yang masih tertekan di pasar global pada Rabu (11/02).
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka pada posisi Rp16.750 per dolar AS atau setara dengan menguat sebanyak 0,24 persen.
Hal itu mencatatkan, jika penguatan melanjutkan kinerja terhadap penutupan perdagangan lalu, saat rupiah ditutup naik 0,03 persen di posisi Rp16.790 per dolar AS.
Terpantau, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 10.00 WITA melemah sebesar 0,01 persen pada posisi 96,796.
Beberapa hari terakhir, terjadi tren penguatan rupiah imbas sentimen eksternal terkhususnya pelemahan dolar AS.
Melemahnya indeks dolar terjadi menjelang rilisnya laporan tenaga kerja AS periode Januari yang sempat tertunda beberapa waktu lalu.
Saat ini, pasar memproyeksikan ekonomi AS menambah 70.000 pekerjaan pada Januari usai bertambah 50.000 pada Desember 2025, dengan prediksi 4,4 persen tingkat pengangguran.
Dengan data yang lebih lemah dari yang telah diprediksikan maka memiliki potensi menekan sentimen risiko.
Terutamanya, usai data penjualan ritel terbaru diumumkan stagnan dan mengindikasikan tekanan terhadap kelompok konsumen berpendapatan rendah sampai dengan menengah.
Kekhawatiran juga terus muncul atas menurunnya permintaan asing atas aset AS. Hal itu memperkuat pandangan jika beberapa investor mengurangi eksposur pada aset berdenominasi dolar.
Sementara itu, dari dalam negeri Bank Indonesia berkomitmen tegas dalam menjaga stabilitas rupiah lewat intervensi terukur.
