kabarbursa.com
kabarbursa.com

Rupiah Dibuka Melemah Akibat Sentimen Global, BI Perkuat Intervensi Stabilisasi

Rupiah Menguat 0,24 Persen di Tengah Pelemahan Dolar AS
Ilustrasi rupiah (Dok: Int)

KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis (04/09).

Berdasarkan data dari Refinitiv, rupiah dibuka terdepresiasi sebanyak 0,12 persen di posisi Rp16.430 per dolar AS, usai perdagangan Rabu (03/09) kemarin rupiah turut mengalami pelemahan sebesar 0,09 persen ditutup di level Rp16.410 per dolar AS.

Perlu diketahui, hari ini menjadi perdagangan terakhir pada pekan ini, di sebabkan pada Jumat (05/09) mendatang akan diperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang menjadi hari libur nasional.

Untuk indeks dolar AS (DXY) pada pukul 10.00 WITA terpantau menguat tipis 0,03 persen di level 98,17, setelah pada perdagangan kemarin DXY ditutup melemah 0,26 persen di level 98,14.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen global serta domestik. Secara global, pelemahan indeks dolar AS terjadi usai data ekonomi terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja yang melemah.

Jumlah lowongan kerja (JOLTS) pada Juli tercatat mencapai 7,181 juta, lebih rendah dari prediksi 7,378 juta, sehingga memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh The Federal Reserve.

Melemahnya dolar AS tersebut membuka peluang penguatan untuk mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Di sisi domestik sendiri, Bank Indonesia terus memperkuat langkah stabilisasi nilai tukar dengan melakukan sejumlah intervensi, baik itu melalui instrumen NDF di pasar offshore atau melalui transaksi spot, DNDF serta pembelian SBN di pasar sekunder.

error: Content is protected !!