KabarMakassar.com — Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menyampaikan terkait perkembangan kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ia menyebut, jika kinerja perbankan di Sulsel pada posisi Januari 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Dimana total aset, DPK, dan kredit perbankan tumbuh masing-masing sebesar 5,90 persen, 7,83 persen dan 5,56 persen year on year,” ucapnya, di Learning Center Kantor OJK Sulselbar pada Senin (09/03).
Lebih lanjut, ia mengatakan, kinerja intermediasi relatif cukup tinggi dengan LDR 119,11 persen.
“Namun tetap didukung dengan kualitas kredit atau NPL di level yang terkendali yakni 3,76 persen,” paparnya.
Moch. Muchlasin turut menyampaikan terkait kredit lapangan usaha yang terdiri dari perdagangan besar dan eceran total Rp38,21 triliun, pertanian, perburuan dan kehutanan Rp15,80 triliun, industri pengolahan Rp8,32 triliun dan konstruksi Rp4,97.
Adapula real estate, usaha persewahan dan jasa perusahaan Rp3,83 triliun, jasa kemasyarakatan, sosial budaya dan hiburan Rp3,75 triliun, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum Rp3,39 triliun, lalu ada listrik, air dan gas Rp33,3 triliun, selanjutnya transportasi, pergudangan dan komunikasi Rp2,82 triliun serta pertambangan dan penggalian Rp2,43 triliun.
