Indeks

IHSG Terkoreksi Tipis, Sentimen Politik Stabil Dorong Rebound Berlanjut

IHSG Sentuh Level 5.428, Simak Rekomendasi Saham dari Sejumlah Sekuritas
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif cepat, indeks dibuka melemah sebesar 12,02 poin atau setara dengan minus 0,15 persen ke level 7.873 pada perdagangan hari ini, Kamis (04/09).

Selanjutnya pada pukul 10.10 WITA, indeks sempat menguat sebelum akhirnya melemah 18,74 poin atau turun 0,24 persen ke level 7.867

Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat volume perdagangan tembus 3,74 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp1,74 triliun. Sementara frekuensi yang terjadi ada sebanyak 217.776 kali.

Terpantau, ada sebanyak 252 saham yang melemah serta 220 saham yang menguat, dan dalam posisi stagnan ada 185 saham.

BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan jika IHSG sukses rebound selama tiga hari berturut-turut dari area support dan kini berpotensi menguji resistance krusial di 7.900 sampai dengan 8.000.

Pihak BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, berdasarkan riset yang dilakukan, pulihnya stabilitas politik pasca-demo turut memperkuat sentimen positif di pasar.

Menyusul keberhasilan IHSG bullish di zona hijau pada perdagangan kemarin, berikut terdapat sejumlah saham potensial yang dirangkum dari sejumlah broker yang menarik untuk dicermati berpeluang melanjutkan tren saham uptrend pada rekomendasi saham hari ini, diantaranya adalah:

Panin Sekuritas

INTP
BUMI
ASSA

Mirae Asset Sekuritas

ARTO
ASRI
BBCA
SMRA
GUNA
KBLV

Samuel Sekuritas

ANTM
BRMS
FILM
BKSL
JPFA
HRTA

MNC Sekuritas

CPIN
INKP
TLKM
UNTR

CGS International Sekuritas

BBNI
INCO
INTP
INDF
TLKM
PGAS

Phintraco Sekuritas

INCO
ESSA
INDF
PTPP
ADMR

BRI Danareksa Sekuritas

PGAS
PSAB
DKFT

BNI Sekuritas

WEGE
BUMI
BSBK
INDY
SCMA
TOBA

Phillip Sekuritas

INCO
DKFT

Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

error: Content is protected !!
Exit mobile version