KabarMakassar.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren positifnya dengan dibuka menguat pada perdagangan Kamis (15/05). Pada awal sesi perdagangan, IHSG tercatat menguat sebesar 0,61% ke posisi 7.022,32, menunjukkan sentimen pasar yang cukup optimis setelah penutupan kuat pada hari sebelumnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG memulai perdagangan hari ini di level 7.003,15, sebelum menanjak ke posisi 7.022,32 pada pukul 09.05 WIB.
Di awal sesi, pergerakan indeks bergerak di kisaran terendah 7.002,37 hingga tertinggi 7.032,66. Dengan capaian ini, kapitalisasi pasar saham Indonesia ikut terdorong naik, menyentuh angka Rp12.184 triliun.
Saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya dari sektor perbankan, mencatat performa mengesankan dan menjadi penopang utama penguatan IHSG.
Beberapa saham emiten bank jumbo seperti BBCA dan BMRI dibuka dengan penguatan signifikan, mengikuti tren yang telah terbentuk sejak sesi perdagangan sebelumnya.
Sehari sebelumnya, pada Rabu (14/05) kemarin, IHSG juga ditutup menguat sebesar 2,15% atau naik 147,08 poin ke level 6.979,88.
Sepanjang sesi tersebut, indeks bergerak pada kisaran terendah 6.914,75 hingga menyentuh titik tertinggi di level 6.987,78.
Volume transaksi tercatat mencapai 29,31 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,93 triliun dari 1,47 juta kali frekuensi perdagangan. Kapitalisasi pasar pada akhir perdagangan kemarin mencapai Rp12.111 triliun.
Pergerakan positif IHSG pada Rabu kemarin juga ditopang oleh penguatan harga pada 434 saham, sementara 233 saham mengalami pelemahan, dan 293 lainnya stagnan. Tren ini kemudian memberi sinyal positif bagi pergerakan indeks pada Kamis ini.
Analis BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam riset hariannya menyebut bahwa IHSG berpotensi melanjutkan penguatan jika berhasil menembus resistance kuat di level 7.000.
Ia menjelaskan bahwa level support IHSG berada di kisaran 6.900–6.940, sementara resistance berada pada 7.000–7.050.
“Namun perlu diwaspadai potensi koreksi terbatas jika resistance tersebut belum berhasil ditembus,” kata Fanny, Kamis (15/05).
Fanny juga menambahkan bahwa penguatan pasar global turut menjadi sentimen positif yang mendorong minat risiko investor domestik.
Wall Street, menurutnya, kembali menguat didorong oleh optimisme dari kesepakatan pengurangan tarif antara Amerika Serikat dan China. Kesepakatan sementara itu disebut telah meningkatkan sentimen positif di pasar global.
Dalam pandangan Fanny, beberapa saham yang layak dicermati untuk perdagangan hari ini adalah BBCA, GOTO, BRIS, MDKA, PTRO, dan RAJA.
Senada, Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim turut memperkirakan bahwa IHSG akan menguji level psikologis 7.000 dalam perdagangan hari ini.
Secara teknikal, ia menyebut adanya pelebaran positive slope pada indikator MACD, serta potensi terbentuknya Golden Cross pada indikator Stochastic RSI di area pivot.
Ratna juga memberikan daftar saham unggulan (top picks) yang menurutnya layak dipantau pada Kamis ini. Saham-saham tersebut antara lain GJTL, RAJA, PGAS, BBNI, dan BMRI.
Dengan prospek penguatan lanjutan yang masih terbuka, serta dukungan dari sentimen global dan teknikal, IHSG berpeluang menjaga momentum positifnya dalam jangka pendek.
Namun, investor tetap diimbau mencermati level resistance teknikal dan perkembangan sentimen pasar global sebagai faktor penentu arah pergerakan selanjutnya.
Berikut rekomendasi saham hari ini yang dirangkum dari sejumlah broker.
BRI Danareksa Sekuritas
– RAJA
– PTRO
– PGAS
BNI Sekuritas
– BBCA
– GOTO
– BRIS
– MDKA
– PTRO
– RAJA
Phillip Sekuritas
– MYOR
– PGAS
MNC Sekuritas
– ARTO
– AVIA
– BBTN
– RATU
CGS International Sekuritas
– BRIS
– BBNI
– BMRI
– ISAT
– TPIA
– MBMA
Phintraco Sekuritas
– GJTL
– RAJA
– PGAS
– BBNI
– BMRI
Mirae Asset Sekuritas
– ARTO
– BIRD
– EMTK
– SMGR
– SRTG
– ESSA
– PPRI
– WOOD
Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.
