KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali perkasa dengan kenaikan sampai dengan 0,79 persen ke level 7.344 pada perdagangan hari ini Jumat (18/07).
Mengutip data perdagangan RTI Business, terdapat 217 saham menguat, 45 saham yang melemah serta posisi saham stagnan sebanyak 283.
Tercatat, pada pembukaan pagi ini volume perdagangan mencapai sampai dengan 358,806 juta lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp185,817 M.
Diketahui, kenaikan tertinggi ada pada sektor teknologi yang menguat sebanyak 3,71 persen, lalu infrastruktur yang melonjak hingga 3,16 persen.
Tak hanya itu, sektor kesehatan juga turut mengalami kenaikan sebesar 0,81 persen, selanjutnya ada sektor barang baku (basic industry) menguat 0,63 persen.
Kemudian, sektor lain yang mengalami kenaikan ialah sektor energi yang menguat hingga 0,60 persen dan sektor transportasi yang mencatatkan torehan positif naik sebanyak 0,53 persen.
Begitu pula dengan sektor keuangan, industri, properti, dan non-siklikal turut menghijau walau dalam kisaran yang lebih tipis. Di satu sisi, sektor siklikal berada dalam kondisi stagnan.
Dengan terus berlanjutnya keberhasilan tren bullish IHSG di zona hijau pada perdagangan kemarin, terdapat sejumlah saham potensial serta pilihan yang menarik untuk dicermati dengan saham uptrend di rekomendasi saham hari ini Jumat (18/07).
Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Jumat (18/07), yaitu:
Phintraco Sekuritas
-PSAB
-TLKM
-HRUM
-JSMR
-AMRT
Panin Sekuritas
-CMRY
-ELSA
-JPFA
-HRTA
BRI Danareksa Sekuritas
-MEDC
-JPFA
-TLKM
BNI Sekuritas
-SCMA
-ENRG
-WIFI
-BREN
-PTRO
-BKSL
Mirae Asset Sekuritas
-BBCA
-GOTO
-RATU
-PGAS
-CHEK
-SMIL
-WIFI
Phillip Sekuritas
-PSAB
-HRTA
-TLKM
CGS International Sekuritas
-TLKM
-ISAT
-BREN
-PSAB
-MEDC
-JPFA
MNC Sekuritas
-GOTO
-HRTA
-JPFA
-TLKM
Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.












