KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis sebanyak 0,01 persen ke level 7.550 pada perdagangan hari ini Kamis (31/07).
Mengutip data dari perdagangan RTI Business, terdapat sebanyak 228 saham menghijau, kemudian 91 saham melemah, sementara 273 saham berada dalam posisi stagnan.
Terpantau, volume perdagangan pada pembukaan sesi I tembus hingga 443,205 juta lembar saham, mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp245,296 M.
Diketahui, sektor teknologi menjadi penopang penguatan IHSG pada pembukaan sesi I setelah mengalami penguatan sebesar 0,93 persen. Lalu disusul oleh sektor keuangan sebanyak 0,29 persen, kemudian sektor siklikal meningkat 0,30 persen serta sektor properti sebanyak 0,13 persen.
Selain itu, sektor infrastruktur turut menghijau dengan kenaikan 0,13 persen, sektor energi pun naik tipis sebanyak 0,05 persen, begitu pula dengan sektor non-siklikal yang menunjukkan penguatan walaupun terbatas di angka 0,08 persen.
Meski demikian, tekanan masih terasa pada sektor industri dasar yang turun hingga 0,76 persen, diikuti sektor industri yang melemah sampai dengan 0,26 persen, sektor kesehatan yang anjlok 0,22 persen, dan transportasi melemah hingga 0,17 persen serta sektor barang konsumsi dan manufaktur lainnya.
Walaupun IHSG terpelanting di teritori negatif pada perdagangan kemarin, masih ada sejumlah saham potensial dan pilihan yang menarik dicermati untuk dapat rebound hingga kembali menguat di deretan saham bullish pada rekomendasi saham hari ini, diantaranya adalah:
Phintraco Sekuritas
-EMTK
-AUTO
-PWON
-ARTO
-LSIP
Panin Sekuritas
-MTEL
-AUTO
-ASSA
Mirae Asset Sekuritas
-ANTM
-AGRO
-TPIA
-INCO
-ASSA
-DSNG
-SMSM
Phillip Sekuritas
-ERAL
-SATU
MNC Sekuritas
-ADRO
-BUKA
-MBMA
-TPIA
CGS International Sekuritas
-EMTK
-PANI
-GOTO
-ASSA
-BUKA
-SIDO
BRI Danareksa Sekuritas
-ARTO
-INKP
-TOBA
BNI Sekuritas
-WIFI
-CUAN
-BKSL
-DEWA
-SSIA
-SCMA
Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.
