Indeks

Dampak Konflik Geopolitik, Target Ekspor Sulsel Stabil Capai 4-5 Persen

Ekspor Sulsel Melemah, Nilai Turun US$125 Juta Dibanding Tahun Lalu
Ilustrasi Ekspor (Dok : KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Ketua Gabungan Perusahaan Eksport Indonesia Sulawesi Selatan (GPEI Sulsel), Arief R Pabettingi, menyampaikan bahwa target stabil untuk produk ekspor di Sulsel pada tahun 2024 seharusnya mencapai 6-7%, namun kenyataannya capaian yang terjadi jauh di bawah ekspektasi.

“Apa yang terjadi adalah bayang-bayang dari target yang ditetapkan. Kami hanya berhasil mencapai angka 4-5% dalam hal produk ekspor di Sulsel pada tahun 2024,” ungkap Arief.

Selain tantangan internal yang dihadapi, Arief juga menyoroti situasi global yang mempengaruhi kinerja ekspor, termasuk ketegangan antara Iran dan Israel yang melibatkan berbagai negara.

Hal ini menjadi faktor penting yang turut berkontribusi terhadap ketidakstabilan dalam capaian ekspor Sulsel.

Meskipun demikian, Arief menegaskan komitmen GPEI Sulsel untuk terus bekerja keras dalam menghadapi berbagai tantangan dan meningkatkan kinerja ekspor di masa mendatang, dengan harapan dapat mencapai target yang telah ditetapkan serta memperkuat posisi Sulsel dalam pasar global.

Arief menyebut, kuartal I/2024 ini ekspor Sulsel masih menunjukkan kinerja yang stabil, tercatat sekitar 7,20% pertumbuhannya. Hanya saja, angka ini masih akan berubah jika suasana semakin memanas.

Arief juga menyoroti pentingnya kerja sama antar pemerintah (government-to-government/G2G) untuk menyelesaikan permasalahan terkait regulasi ekspor, khususnya dalam hal standar kebersihan dan higienis produk.

“Saya melihat bahwa terutama untuk ekspor ke China, setiap produk dari Indonesia, terutama yang siap konsumsi, harus memenuhi aturan ketat terkait regulasi higienis. Oleh karena itu, kerja sama antar pemerintah sangatlah penting, karena merekalah yang menetapkan regulasi yang harus kita ikuti sebagai pengusaha,” tutup Arief.

error: Content is protected !!
Exit mobile version