KabarMakassar.com — Pasca insiden kebakaran yang mengakibatkan kerusakan Gedung DPRD Makassar, anggota legislatif menegaskan bahwa pembangunan kantor wakil rakyat tersebut akan tetap dilakukan di lokasi semula.
Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi, usai mengikuti salat ghaib Jumat (05/09).
Menurut Ray, gedung DPRD Makassar merupakan aset resmi Pemerintah Kota Makassar, sehingga secara prinsip tidak ada opsi untuk memindahkan kantor dewan ke lokasi lain.
“Yah, karena ini sudah menjadi aset pemerintah kota, wajar jika DPRD Makassar dibangun kembali di sini,” tegas Ray.
Meski demikian, hingga saat ini anggota DPRD Makassar masih harus beraktivitas tanpa kantor tetap. Beberapa urusan administrasi terpaksa dibagi ke sejumlah titik berbeda sambil menunggu kepastian pembangunan gedung baru. Untuk jangka pendek, Sekretariat DPRD tengah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait opsi penggunaan bangunan sementara.
“Kami ini sekarang belum punya kantor yang bisa dipakai secara penuh. Solusi sementara, urusan administrasi dipecah di beberapa lokasi. Sekwan juga sedang menjajaki komunikasi agar ada tempat yang bisa difungsikan sebagai kantor sementara. Idealnya ada ruang paripurna, ruang komisi, serta ruang serbaguna untuk Banggar, Bamus, dan pertemuan lainnya,” jelas Ray.
Terkait agenda kedewanan, Ray mengungkapkan bahwa meskipun kondisi gedung terbatas, DPRD Makassar tetap berkomitmen melaksanakan tugas konstitusional. Ia menyebut salah satu capaian penting adalah penetapan APBD Perubahan 2025, yang sudah diketuk meski dilakukan secara daring.
“Kita bersyukur APBD Perubahan sudah disahkan kemarin. Itu krusial, sebab jika tidak segera ditetapkan, belanja APBD bisa terhambat. Alhamdulillah prosesnya lancar, meskipun melalui mekanisme daring,” ujarnya.
Ke depan, DPRD Makassar tetap akan menjalankan sejumlah agenda utama, termasuk sosialisasi peraturan daerah serta pengawasan program pembangunan pemerintah kota. Namun, Ray menegaskan bahwa keberadaan kantor permanen menjadi kebutuhan mendesak agar kinerja legislatif bisa kembali optimal.
“Kami berharap perencanaan dari PUPR segera terealisasi, sehingga gedung baru DPRD Makassar bisa dibangun secepatnya di lokasi semula. Dengan begitu, kami bisa kembali melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat secara maksimal,” pungkasnya.













