KabarMakassar.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca berisiko untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan informasi prediksi berbasis dampak atau Impact Based Forecast (IBF), periode potensi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 November 2025.
BMKG menyebutkan bahwa selama periode tersebut, beberapa wilayah di Sulawesi Selatan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Adapun wilayah yang diperkirakan terdampak pada 11 November 2025 meliputi Jeneponto, Makassar, Maros, Gowa, Takalar, Pangkep, Barru, Luwu Utara, dan Luwu Timur.
Sementara itu, pada 12 November 2025, potensi cuaca berisiko diperkirakan terjadi di Makassar, Maros, Gowa, Takalar, Pangkep, Barru, Luwu Utara, dan Luwu Timur.
Kemudian pada 13 November 2025, wilayah yang perlu mewaspadai potensi banjir dan longsor adalah Jeneponto, Makassar, Maros, Gowa, Takalar, Pangkep, Barru, dan Luwu Timur.
BMKG Wilayah IV Makassar mengimbau agar masyarakat serta instansi terkait senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem ini.
Warga diimbau untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi BMKG, berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, serta siaga terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang mungkin terjadi.
BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sistem peringatan dini di wilayah masing-masing serta memastikan kesiapan sarana mitigasi bencana, khususnya di kawasan rawan banjir dan longsor.
Informasi terkini mengenai kondisi cuaca dapat diakses melalui aplikasi Mobile Info BMKG, situs resmi bbmkg4.com, dan tautan bit.ly/bmkg-sulsel.
Selain itu, masyarakat juga dapat memantau perkembangan cuaca melalui akun Instagram @bmkgsulsel, menghubungi Call Center BMKG di nomor 196, atau melalui WhatsApp Center di 0821-8815-8985.
Dengan adanya peringatan dini ini, BMKG berharap masyarakat Sulawesi Selatan dapat tetap waspada, tidak panik, dan mengambil langkah antisipatif agar dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan serta keselamatan masyarakat tetap terjaga.
![]()













