KabarMakassar.com — Hujan berintensitas lebat yang mengguyur Makassar, Selasa malam (24/02), memicu banjir dan genangan di sejumlah titik.
Data terbaru mencatat 232 jiwa mengungsi di Kecamatan Biringkanaya dan 27 jiwa di Kecamatan Manggala.
Laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar (BPBD) menyebutkan, genangan di Jalan Kecaping Raya, Kelurahan Manggala, mencapai 5 hingga 40 sentimeter. Akses kendaraan roda dua maupun roda empat sempat tidak dapat dilalui.
Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli, mengatakan personel telah diterjunkan untuk melakukan pemantauan dan pendataan warga terdampak.
“Di Biringkanaya tercatat 232 jiwa atau 67 kepala keluarga mengungsi. Sementara di Manggala sebanyak 27 jiwa dari 7 kepala keluarga. Seluruh lokasi terus kami monitor,” ujar Fadli dalam laporan situasi yang dirilis dini hari.
Di Biringkanaya, pengungsi tersebar di tiga titik yakni SD Paccerakkang, Masjid Nurul Ikhlas Kodam III, dan Masjid Lailatul Qadar Blok AF. Data pilah menunjukkan terdapat 140 orang dewasa, 76 anak-anak, 10 balita, 1 bayi, 3 lansia, serta 2 ibu hamil dalam kelompok pengungsi.
Sementara di Manggala, 27 warga yang terdiri dari 17 orang dewasa, 9 anak-anak, dan 1 balita mengungsi di Masjid Yuda Alfatih.
BPBD memastikan kondisi hingga tengah malam masih dalam status aman dan terkendali meski hujan terus turun. Regu 2 Posko Mulia Manggala dan Posko Tama disiagakan untuk memantau ketinggian air, termasuk melalui alat ukur tinggi muka air (AWLR).
“Prioritas kami keselamatan warga. Pendataan dan pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan debit air,” tegasnya.
BPBD bersama unsur RW dan RT setempat masih bersiaga di lapangan sambil mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan susulan.
