KabarMakassar.com — Sebanyak 228 jemaah calon haji asal Kabupaten Luwu Utara dan 158 jemaah asal Kabupaten Bone dan 7 petugas kloter yang tergabung dala Kloter 20 Embarkasi Makassar terbang ke Tanah Suci pada Kamis (15/05) dini hari.
Kloter 20 terbang ke tanah suci dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menuju Bandara Internasional Pengeran Mohammad Bin Abdul Aziz pada pukul 01:50 WITA.
Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ali Yafid menekankan pentingnya menjaga kesabaran, keikhlasan dan ketulusan dalam melaksanakan ibadah haji dengan mengutip QS Ali ‘Imran ayat 97.
“Karena ini perjalanan yang cukup melelahkan dam prosesnya cukup panjang, sehingga dibutuhkan ketulusan hati dan kesabaran dalam melaksanakannya,” ucapnya.
Selain itu, Ali Yafid yang juga merupakan Kepala Kanwil Kemenag Sulsel ini berpesan kepada agar jemaah menjaga nama baik Indonesia dan meniggalkan sentimen kedaerahan atau primordialisme.
“Di Arab Saudi tidak ada lagi orang Luwu Utara, tidak ada lagi orang Bone. Yang dikenal adalah jemaah haji Indonesia, yang ramah dan tertib. Olehnya itu jaga kesabaran, adabnya dijaga, juga akhlak dan etikanya dijaga,” imbaunya.
Pihaknya berpesan kepada jemaah kloter 20 untuk menjaga kesehatan dan saling membantu satu sama lain.
“Ibadah haji adalah ibadah fisik. Tolong jaga kesehatanta dan saling membantu satu sama lain, dan tolong kepada petugas kloter untuk melayani dan memperlakukan jemaah lansia layaknya orang tua sendiri,” pungkasnya.
Diketahui, jemaah kloter 21 akan menutup pemberangkatan gelombang pertama Embarkasi Makassar yakni penerbangan Embarkasi Makassar ke Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah yang akan diberangkatkan pada Jumat 16 Mei 2021 pukul 04.20 WITA besok.
Selanjutnya kloter 22 sampai 41 akan diterbangkan langsung dari Embarkasi Makassar ke Jeddah pada gelombang kedua mulai tanggal 17 hingga 31 Mei 2025.
Hingga pemberangkatan kloter 20, jumlah total jemaah yang telah diterbangkan dari Embarkasi Makassar ke Madinah sebanyak 7.851 orang dari 3 provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Maluku Utara.













