kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Nelayan Temukan Benda Mirip Rudal, Ini Penjelasan TNI AL

KabarSelayar.id — Benda mirip rudal ditemukan seorang nelayan bernama Andi Arifin Lewa di Kepulauan Selayar pada 9 Februari 2022. Dari hasil temuan nelayan tersebut menjadi heboh dan mendapat respon dari TNI AL.

Lokasi penemuan benda asing yang diduga mirip rudal tersebut berada di Pulau Jampea atau pulau terluar di Kepulauan Selayar. Mendapatkan laporan tersebut TNI AL yang diwakili oleh Danposmat TNI AL Selayar Letda Laut (E) Siswandoyo berangkat dari pelabuhan Patungbukang menuju ke pulau Jampea menggunakan speed mopel 200 PK. 

Saat itu benda asing yang diduga rudal diamankan di Polsek Jampea, setelahnya dijemput oleh tim TNI AL.

"Setelah tiba di Pelabuhan Jampea selanjutnya kami melaksanakan peninjaun benda asing tersebut ke lokasi Polsek Jampea yang selanjutnya membawa benda asing tersebut ke pelabuhan Jampea dan dinaikkan speed untuk diantar ke KRI Fatahillah-361," ujar Danposmat TNI AL Selayar Letda Laut (E) Siswandoyo, (18/2).

Usai berada di KRI Fatahillah-361, dilakukan pula serah terima oleh Kapolsek Jampea Iptu Daniel kepada Komandan Guskamla Koarmada II Laksma TNI I Gung Putu Alit Jaya.

Setelah diidentifikasi Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI Makassar terkait benda asing yang ditemukan nelayan di Selayar ternyata bukan bagian dari peluru kendali atau rudal. Namun dijelaskan dari pengamatan pihak TNI AL jika benda tersebut merupakan Side Scan Sonar (SSS). 

"Danlantamal VI Laksma TNI Benny Sukandari menyampaikan setelah mengamati laporan foto dan video yang diterimanya bahwa dugaan sementara alat tersebut adalah Side Scan Sonar," ujar Kadispen Lantamal VI Makassar, Kapten Laut (KH) Suparman Sulo, Jumat (18/2/2022). 

Lebih lanjut Suparman mengatakan, SSS biasanya digunakan untuk melakukan penelitian keadaan bawah laut atau sea bottom profile. Menurut dia, benda tersebut turut dilengkapi beragam teknologi. 

"Benda itu berfungsi sebagai sistem sonar yang digunakan untuk meneliti keadaan di bawah permukaan laut. Termasuk aktivitas, biodata dan segala kehidupan di bawah permukaan laut," pungkasnya.

Untuk diketahui jika dua unit alat SSS yang ditemukan nelayan tersebut mempunyai berat masing-masing kurang lebih lima Kg berwarna hijau.
 

error: Content is protected !!