KabarSelatan.id — Seorang perempuan berinisial IZ, yang merupakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jeneponto dituding menjadi perebut lelaki orang (pelakor).
Legislator Partai Golongan Karya (Golkar) ini diduga menjalin hubungan gelap dengan Legislator berinisial IR di DPRD Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Namun, IZ selaku Wakil Ketua DPRD Jeneponto ini dengan tegas membantah tuduhan yang dilayangkan kepadanya.
"Ya, saya dengan keras membantah hal itu, kenapa? kalau memang dia menuduh dengan yang diduga maka buktikan saja? Saya lebih butuh pembuktian," bantahnya usai ditemui tim kabarselatan.id diruang kerjanya, Selasa (1/11).
Meskipun sudah didemo beberapa kali oleh sejumlah aktivis dan dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Jeneponto maka secara lantang menantang pelapor berinisial HH untuk membuktikan tuduhan tersebut.
Misalnya saja, saya dituding dugaan perselingkuhan itu, maka sudah pasti itu adalah pasal perzinahan.
"Bisa nggak dia (HH-Red) membuktikan saya berzinah dengan suaminya??," Tegasnya.
Agar perkara ini lebih jelas, maka silahkan hubungi saja pihak yang bersangkutan.
"Begini saja, untuk lebih jelasnya coba telfonki mantan suaminya. Apa dasarnya hingga meninggalkan istrinya? Apa alasannya? Jangan ke saya agar lebih jelas,"terang Politisi Partai berlogo Pohon beringin itu.
Oleh karena itu, Ia meminta agar polemik ini segera diselesaikan oleh pihak BK DPRD Jeneponto.
"Agar masalah ini cepat selesai dan jelas tujuannya seperti apa? Nah secara pribadi HH bukanlah korban. Yang korban itu sebenarnya saya karena dia tidak bisa membuktikan saya yang diduga menikah siri, saya berzinah dengan suaminya," tandasnya.
Akibat munculnya polemik ini, ia mengaku merasa dirugikan. Mulai nama besar keluarganya, Lembaga dan nama Partai sehingga apabila masalah ini tidak terbukti, maka dirinya mengancam bakal menempuh jalur hukum.
"Saya satuji kalau dia bisa membuktikan itu maka dia benar tapi sejauh dia tidak bisa membuktikan maka tentu saya akan mengambil jalur hukum dan sampai saat ini proses hukum sudah berjalan. Dan Insha Allah sebentar lagi akan gelar perkara," akunya.
Namun logikanya, apabila dia merasa menjadi korban, mengapa tidak menemui suaminya sendiri. Padahal suaminya yang ingin cerai? suaminya tinggalkan? di DPR Suaminya kan ada BK-nya? Maka otomatis, HH dan suaminya bisa di mediasi.
Bahkan ia menuding, munculnya polemik ini lantaran diduga dilatarbelakangi kepentingan Politik.
" Jangan ke Jeneponto mengadu domba. Jadi saya lebih mengarah ini kepada, Ya namanya juga moment mendekati Pileg, Pilkada, coba tanya sama oknumnya, apa tujuannya??," pungkas IZ.














