KabarMakassar.com — Seorang warga Desa Bonto Macinna, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menikam karyawan handphone hingga tewas. Peristiwa itu pun terekam kamera warga hingga rekaman tersebut dibagikan berulang kali di sosial media WhatsApp hingga viral.
Video berdurasi 7 detik itu pun mempertontonkan seorang pemuda dengan balutan sweater hitam dan jeans berwarna hitam memegang sebuah senjata tajam jenis Badik dengan melontarkan kalimat dalam bahasa Makassar. Namun pemuda ini dapat dikendalikan oleh seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya.
"Pammoporanga di (Maafkan saya) Sirikku anne, siri' (Ini harga diri saya)," ujar pemuda dalam unggahan video tersebut.
Video itu pun dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Abustam Prahara.
"Telah terjadi kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelakunya adalah Idil Amri (23) sedangkan korbannya Ahmad (29) warga BTN Grand Mulia, Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang," ucapnya, Jumat (30/3) malam.
Berdasarkan keterangan saksi di TKP, kata dia, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 18.10 Wita pada Kamis (30/3).
"Korban ditikam di BTN Rindra 5 Dusun Borong Kalukue, Desa. Taccorong, Kec. Gantarang, Bulukumba," kata AKP Abustam.
Akibat penganiyaan tersebut, korban mengalami luka serius hingga dilarikan ke Rumah Sakit namun nyawa korban tak bisa ditolong.
" Korban mengalami luka tusuk sebanyak 17 kali dan meninggal dunia sekitar pukul 20.45 wita di RSUD Sulthan Daeng Radja Bulukumba," jelasnya.
Untuk motifnya sendiri, korban diduga memiliki hubungan spesial dengan istri terduga pelaku.
"Diduga pelaku cemburu kepada korban. Namun terkait perselingkuhan belum bisa dipastikan karena saat ini polisi masih melakukan proses penyelidikan," Pungkas AKP Abustam Prahara.
Pelaku penikaman kini sudah menyerahkan diri ke Mapolres Bulukumba.














