kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Ambo Asse Tegaskan Muhammadiyah Tidak Berafiliasi Politik Praktis

KabarMakassar.com — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan Profesor Ambo Asse menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berkomitmen tidak berafiliasi politik praktis menjelang menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

Hal ini ditegaskan Ambo Asse pada Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-40 Muhammadiyah di Gedung Gabungan Dinas-Dldinas Kabupaten Enrekang, Sulsel Minggu (5/3).

Dimana dirinya kembali oppo atau terpilih Ketua PWM Sulsel periode 2022-2027.

"Muhammadiyah organisasi yang tidak berafiliasi kepada salah satu organisasi politik tertentu. Bidang tugas dan garapan Muhammadiyah sangat luas dan tidak boleh berafiliasi dengan hanya mengurusi persoalan politik praktis semata. Apalagi calon tertentu," ujarnya.

"Warga Muhammadiyah tetap komitmen sebagai organiasi yang fokus memberdayakan dan mencerahkan masyarakat. Karenanya akan mendorong terwujudnya keadaban politik dan para politisi menjadi negarawan," sambung Ambo Asse.

Menurutnya, bahwa sebagai pimpinan wilayah senantiasa mengikuti kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan pusat.

Pada Muswil Muhammadiyah Sulsel ke-40 menyatakan tentang posisi politik Muhammadiyah. Hal tersebut mengemuka dari delapan rekomendasi Muswil.

Pertama, penyusunan model penyebaran dan pembinaan keagamaan yang holsitik yang berdasarkan paham keagamaan dan manhaj gerakan Muhammadiyah yang bermisi dakwah dan tajdid serta berpandangan Islam berkemajuan.

Kedua, penyusunan pedoman dan panduan keislaman hasil tarjih untuk disebarluaskan dan dijadikan model pembinaan keagamaan bagi ummat dan masyarakat luas.

Ketiga, Mengembangkan sistme dan strategi manajemen pendidikan tinggi muhammadiyah yang holsitik integralistik (menyeluruh dan terpadu) dan bertata kelola baik menuju perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi IPTEK dan seni berwawawasan al Islam dan Kemuhammadiyahan.

Keempat, mengembangkan sistem menejemen dan kepeimpinan yang adaptif, produktif, dan berdaya saing dalam meningkatkan catur darma di perguruan tinggi Muhammadiyah.

Kelima, memperkuat sinergi antara PTM dan pimpinan persyarikatan di segala tingkat (PW, PD, PC, PR) pemerintah, perguruan tinggi dalam negeri dan memperluas jaringan PTM dengan perguruan tinggi di luar negeri, serta membentuk center of exclence dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di PTM unggulan.

Keenam, mengusulkan majelis pendidikan tinggi dan pengembangan di wilayah sulawesi selatan yang mengkoordinir 13 PTM.

Ketujuh, setiap pimpinan daerah muhammadiyah memiliki klinik kesehatan yang nantinya merujuk ke RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar.

Kedelapan, mengidentifikasi dan memitigasi paham agama yang menyimpang dari ajaran Islam.

Ketua Sidang Muswil, Profesor Gagaring Pagalung, menjelaskan bahwa untuk isu politik kebangsaan, Muhammadiyah Sulsel berpedoman kepada putusan PP Muhammadiyah bahwa persyarikatan tidak ada afiliasi dengan partai.

"Tetapi tetap terbuka untuk memberikan masukan bagi semua partai peserta pemilu," tuturnya.

Lanjut dia, organisasi Muhammadiyah tidak memiliki partai berarti dia tidak terkait langsung dengan politik tapi dalam konteks yang lebih tinggi. Muhammadiyah bisa memberikan masukan-masukan dan manfaat kepada seluruh partai yang ada di pemilu, tapi sekali lagi tidak boleh di stir dan apalagi dikelola oleh partai.

"Walaupun sekarang partai banyak, Muhammadiyah insyallah terus komitmen tidak masuk pada area politik praktis," ujar Gagaring.

Ketua BPH Unismuh Makassar ini menyebutkan, gagasan masa lalu Amin Rais, bahwa Muhammadiyah menerapkan politik tingkat tinggi, artinya tidak terbawa arus politik tetapi akan selalu mengambil peran penting dalam hal politik kebangsaan.

Ia pula menyebut bahwa dalam ranah kebangsaan pihaknya mendorong kader-kader untuk terus berkhidmat, bahkan sudah banyak kader kita di politik, tapi berwawasan pada partai politik silahkan kami tidak melarangnya.

"Muhammadiyah tidak melarang kader untuk berkiprah di politik, bahkan disupport, kita ada salah satu Majelis yang akan bertanggungjawab mengenai itu," tutupnya.

Selain menetapkan Ambo Asse, juga ditetapkan anggota Tanwir PWM Sulsel 2022-2027 di antaranya Ambo Asse, Abbas Baco Miro, Mawardi Pewangi, Abd Rakhim Nanda, Muhammad Syaiful Saleh, dan Budu.

Diketahui, Dalam pemilihan anggota PWM Sulsel yang dilaksanakan pada Sabtu (4/3) malam . Dimana ada 13 formatur terpilih di antatanya Abbas Baco Miro, disusul Ambo Asse, Mawardi Pewangi, Abd Rakhim Nanda, Muhammad Syaiful Saleh, Budu, Gagaring Pagalung, Mustari Bosra, Arifuddin Ahmad, Dahlan Lamabawa, Abdul Qadir Gassing, Pantja Nurwahidin, Husain Abd Rahman.

 

 

error: Content is protected !!