KabarMakassar.com — Jika kamu suka mengunjungi destinasi wisata yang kaya akan sejarah, Benteng Fort Rotterdam bisa menjadi salah satu tujuan anda.
Fort Rotterdam identik dengan Belanda, namun siapa sangka ternyata benteng ini dibangun di atas tanah milik Kerajaan Gowa-Tallo.
Berikut beberapa fakta menarik Fort Roterdam Makassar:
1. Bukan dibangun oleh Belanda
Walaupun namanya merupakan nama Belanda, namun faktanya benteng ini merupakan peninggalan dari Kesultanan Gowa pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin yang sudah lama didirikan jauh sebelum Belanda masuk ke Indonesia.
Benteng tersebut jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1667 dan berubah dari “Benteng Jumpandang” menjadi “Fort Rotterdam”.
2. Tempat Wafatnya Pangeran Diponegoro
Pada 8 Januari 1855, Pangeran Diponegoro meninggal di Benteng Rotterdam setelah ditangkap dan diasingkan ke Makassar, yang sebelumnya dipindahkan dari pengasingannya di Manado.
3. Bentuknya mirip dengan penyu
Jika dilihat dari ketinggian, kamu bisa melihat kalau benteng ini menyerupai seekor penyu yang sedang berjalan. Apalagi lokasi dari Fort Rotterdam Makassar berada di dekat laut. Seolah-olah penyu ini sedang berjalan ke laut untuk berenang.














