kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Ini Alasan Pekan Raya Sulsel 2022 Libatkan Puluhan UMKM

KabarMakassar.com — Pekan Raya Sulawesi Selatan (PRS) ke-8 kembali digelar. Tahun ini konsep yang dihadirkan sangat berbeda, sebelumnya PRS hanya untuk pameran pembangunan setiap kabupaten/kota saja, kali ini mereka melibatkan UMKM untuk hadir memeriahkan PRS.

PRS yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 1 – 4 November 2022 di Hotel Claro Kota Makassar, kegiatan ini juga merupakan rangkaian Hari Jadi Sulsel ke 353 tahun dengan tema "Pro UMKM".

Koordinator Hari Jadi Sulsel Bidang Pameran, Ahmadi Akil mengatakan PRS ini melibatkan 77 tenan, diantaranya 24 tenan kuliner dan 53 tenan daerah.

"Dari semua tenan yang hadir diwajibkan untuk melibatkan lima UMKM, ini menjadi harapan kita agar UMKM bisa tetap eksis dan mengembalikan pemulihan ekonomi Sulsel, itulah mengapa kita hadirkan UMKM, selain itu agar inflasi bisa terjaga di tengah keterpurukan ekonomi dampak covid-19," ujar Ahmadi kepada Kabarmakassar.com.

Puluhan tenant di sini pamerkan sejumlah multi produk, seperti pembangunan daerah, pariwisata, investasi dan produk produk unggulan di setiap kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Ia menyebut tenant-tenant yang turut berpartisipasi dalam PRS 2022 ini terdiri dari 17 OPD dilingkup Pemprov Sulsel, 16 Kabupaten Kota di Sulsel, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) , Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Persatuan Boga Indonesia.

"BUMN dan BUMD ada 5 tenant. Dari Persatuan Tata Boga Indonesia mendapat 24 tenant," terangnya.

Pada PRS 2022 ini juga menampilkan  100 jenis makanan khas Sulawesi Selatan diantaranya Konro,  Mie Titi, Pallubasa, Coto, dan Pallu Butung.

"Khusus yang persatuan boga itu 24 tenant terdiri dari kurang lebih ada 100 jenis makanan khas sulawesi selatan yang ditampilkan," ujar Ahmadi. 

Lebih jauh, untuk target transaksinya sendiri, Ahmadi berharap bisa jauh lebih besar dibandingkan darintahun-tahun sebelumnya. Apalagi, PRS 2022 ini melibatkan industri kuliner.

"Jadi hal baru dalam pelaksanaan pekan raya sulsel. Target tramsaksi tahun ini kita berharqp jauh lebih besar sari tahun sebelumnya, karena ada perkembangan tenant. Karena ada yang sebelumnya tidak melibatkan para industri kuliner," pungkasnya.

error: Content is protected !!