KabarMakassar.com — Kehadiran Transportasi Ekonomis Mudah Aman dan Nyaman (Teman Bus) yang dilaunching pada 13 November 2021 lalu menyita perhatian banyak kalangan.
Pasalnya, pasca adanya 'Teman Bus' yang beroperasi di Kota Makassar, ratusan sopir bus metromini (pete-pete) kerap melakukan aksi demonstrasi menolak kehadiran Teman Bus karena dianggap mengambil para penumpang sopir Pete-pete.
Meski begitu, Pemerhati Transportasi di Makassar, Munsil menyebut kehadiran 'Teman Bus' justru menjadi solusi untuk mengurangi insiden kecelakaan di jalan raya.
Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan transportasi massal yang aman dan nyaman seperti 'Teman Bus' yang dilengkapi dengan keamanan kamera CCTV dan termonitor dengan posko keamanan.
Ia melanjutkan, 'Teman Bus' juga merupakan jenis transportasi yang nyaman yang dilengkapi dengan fasilitas pendingin seperti AC dan tidak berhenti di sembarang tempat kecuali di lokasi titik yang telah ditentukan sesuai koridornya masing-masing.
"Kami pemerhati transportasi melihat satu solusi terbaik mengurangi insiden di jalan raya adalah pengadaan transportasi massal yang aman dan nyaman," ungkapnya saat live di kanal youtube talkshow Kabar Makassar, Senin (04/07).
Meski begitu, pihaknya tak menampik kehadiran 'Teman Bus' belum digunakan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Sebagian masyarakat masih cenderung menaiki jenis transportasi online dibandingkan 'Teman Bus'.
Hal tersebut menurut Munsil disebabkan karena rendahnya minat masyarakat serta anggapan yang menyebut bahwa menggunakan transportasi massal hanya untuk kalangan bawah.
"Bagaimana kita mengalihkan minat masyarakat untuk menaiki transportasi massal ini dan menurut hemat kami ada anggapan tanda petik bahwa naik transportasi massal itu hanya untuk kalangan bawah bukan kalangan atas," sambungnya.
Pihaknya pun menyarankan pemerintah seperti Gubernur dan Walikota Makassar untuk sesekali menggunakan 'Teman Bus' agar dapat menjadi influencer bagi masyarakat dan menghimbau kepada ASN untuk mnggunakan transportasi massal tersebut.
Diketahui sejak pertama kali launching, 'Teman Bus' masih gratis untuk digunakan hingga saat ini karena pembiayaan yang disubsidi dari Kementerian Perhubungan.
Meski begitu, kehadiran 'Teman Bus' yang masih gratis justru dikritik oleh anggota dewan DPR RI, Muhammad Aras yang menyebut 'Teman Bus' sebagai sebuah pemborosan dan meminta subsidinya untuk dicabut dan dialihkan ke infrastruktur.
Munsil yang sejak tahun 2008 meneliti terkait insiden kecelakaan di jalan raya justru menganggap kehadiran 'Teman Bus' menjadi solusi untuk mengurangi hal tersebut.
Selain itu kehadiran 'Teman Bus' juga dianggap mengurangi polusi udara serta mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya yang kerap menyebabkan kemacetan.
"Ini solusi yah subisidi itu secara bertahap gitu, ini juga mengurangi kepadatan dan polusi," pungkasnya.
Selanjutnya, pihaknya berharap pemerintah dapat terus melanjutkan program 'Teman Bus' agar transportasi massal di Kota Makassar dapat lebih maju dan modern seperti di kota-kota lain.
"Kita berharap program ini dapat berlanjut agar transportasi massal di Makassar ini dapat maju dan lebih modern," jelasnya.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut Anda dapat mengecek di Sini













