KabarMakassar.com — Menjabat sebagai Camat Biringkanaya diakhir tahun 2021 sosok Benyamin Turupadang berkomitmen untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan terus mendukung program-program Pemerintah Kota Makassar.
Pemilik nama lengkap Benyamin Budianto Turupadang sejak menjabat sebagai Camat Biringkanaya langsung melakukan peninjauan kontainer Makassar Recover di berbagai wilayah kerjanya termasuk melakukan peninjauan vaksinasi covid-19.
Diakuinya sejak menjadi Camat, koordinasi menjadi komitmen dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Ia menyampaikan jika koordinasi sangatlah penting agar komunikasi berjalan dengan baik.
Kecamatan Biringkanaya sendiri memiliki 11 Kelurahan antara lain, Kelurahan Katimbang, Paccerakkang, Berua, Bakung, Sudiang, Sudiang Raya, Bulurokeng, Untia, Daya, Pai dan Laikang. Koordinasi dengan 11 Lurah di wilayah kerjanya menjadi penting bagi Benyamin Turupadang untuk melancarkan beberapa program-program pemerintah kota, apalagi Biringkanaya bagian salah satu dari wilayah paling luas di Kota Makassar.
"Jadi memang komitmen kita ini untuk melaksanakan tugas-tugas apalagi saat ini banyak program yang kita kebut pasca pandemi, kemudian koordinasi menjadi penting baik dari para Lurah, ketua RW hingga tingkat RT. Tak kalah penting memang koordinasi dan sinergi Bhabinkamtibmas dan juga Babinsa setempat serta tokoh masyarakat, ini penting juga menunjang program Pemerintah Kota," ujar Benyamin Turupadang saat ditemui di Kantor Kecamatan di Jalan Ir Sutami, Bulurokeng, Kota Makassar, Rabu (26/5).
Saat ini Camat Biringkanaya terus mengupayakan bagaimana keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayahnya berjalan dengan baik. Hal itu sudah dilakukannya dengan kegiatan "Run Race" (Lari malam) yang melibatkan anak-anak muda di Biringkanaya untuk menyalurkan bakatnya. Bahkan kegiatan positif ini mendapatkan respon dan apresiasi dari Wali Kota hingga digelar hingga tingkat Kota Makassar.
"Hal-hal positif seperti ini yang kita perlu maksimalkan, sehingga kita bisa meminimalisir tingkat kejahatan di Biringkanaya. Adanya Run Race ini bisa membangkitkan semangat anak muda untuk berkreasi dan juga menyalurkan bakatnya, tidak hanya di bidang olahraga, tetapi seni dan budaya juga menjadi bagian didalamnya," lanjut Benyamin.
Benyamin meminta jajarannya beberapa waktu lalu untuk mengadakan kegiatan tersebut, sehingga perhatian anak-anak muda terus fokus dalam pengembangan bakatnya. Dimana saat ini marak anak muda kebut-kebutan dijalan, termasuk dalam jeratan balap liar, aksi kekerasan dijalan hingga narkoba. Hal tersebut Camat Biringkanaya melakukan upaya kegiatan positif dengan melibatkan unsur organisasi kepemudaan agar wadah pemuda di Biringkanaya dapat tersalurkan dengan baik.
Masalah Kebersihan Lingkungan dan Persoalan Banjir
Salah satu yang menjadi bagian penting bagi Camat Biringkanaya adalah masalah kebersihan, hampir tiap hari ia dan jajarannya mengupayakan persoalan sampah bisa terselesaikan dan diangkut hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Koordinasi dan silaturahmi terus dilakukan pihak Kecamatan Biringkanaya, terjun langsung ke lokasi menjadi bagian utama untuk mengeksekusi persoalan sampah. Kegaiatan kebersihan kini mulai dilakukan. Dimana 11 Lurah ditugaskan langsung untuk menyelesaikan permasalahan layanan kebersihan, dan hal itu dikatakan Camat Biringkanaya menjadi kewajiban para Lurah.
"Jelas ini sangat penting, pelayanan kebersihan menjadi tanggung jawab bagi para lurah untuk turun langsung menangani, Ini kan para Lurah di Biringkanaya muda-muda semua. Lurah yang energik dan saya pikir mampu untuk langsung terjun ke masyarakat untuk menindaklanjuti persoalan sampah dan juga kebersihan lingkungan, kemudian kenapa turun langsung supaya mereka lihat langsung pola dan manajemen pelayanan kebersihan. Dan segaligus evaluasi langkah-langkahnya, karena kita punya sistem pendelegasian ke bawah, jadi semua petugas kebersihan kita serahkan ke lurah yang mengatur, sehingga polanya terintegrasi dengan baik," pungkas Benyamin.
Koordinasi yang baik dilakukan para lurah, baik ke tingkat RW hingga RT sudah dijalankan tinggal bagaimana mensosialisasikan ke masyarakat agar sadar akan lingkungan setempat. Dan perlunya monitoring setiap hari, agar sampah yang menumpuk di masyarakat bisa tereksekusi dengan baik. Hal ini dikatakan Camat, jika para lurah melaksanakan tugasnya dengan baik, dengan mudah ia juga bisa melakukan monitoring dan evaluasi untuk menjalankan program kebersihan Makassarta'tidak Rantasa'.
Benyamin juga menyampaikan jika kendala saat ini ada pada armada pengangkut sampah yang saat ini masih kurang. Kita akui kurang maksimalnya pelayanan karena jumlah armada sedikit tidak sebanding dengan jumlah Kelurahan yang ada di Biringkanaya, dimana mencakup 11 wilayah.
Kemudian armada pengangkut sampah tidak semua mengcover seluruh wilayah tersebut yang cukup luas di Biringkanaya, termasuk personil pengangkut sampahnya dan Camat juga mengupayakan agar personil pengangkut sampah merupakan warganya di Biringkanaya.
Diketahui ada 13 armada tongkang pengangkut sampah, 25 mobil tangkasa, ambrol ada 6 kecil dan besar 9 dan tersebar di Biringkanaya di 11 Kelurahan.
Masalah banjir memang menjadi persoalan dan bahkan menjadi konsumsi umum ditengah masyakarat. Kondisi alam yang membuat sebagian wilayah terendam banjir. Menjadi sorotan saat Biringkanaya dilanda banjir.
Wilayah Lanraki Kelurahan Berua, sejumlah rumah terendam banjir antara lain, di Lorong 6 Lanraki, 52 kepala keluarga terdampak banjir dan Perumahan D’palada-Lembah Hijau mencapai 90 kepala keluarga.
Tak hanya itu, di Kelurahan Katimbang, di BTN Kodam 3 sejumlah rumah warga terendam banjir, akibatnya sebanyak 45 warga mengungsi. Banjir ini merupakan luapan dari Sungai Biring Jene.
Antispasi banjir ini mulai dilakukan Benyamin Turupadang. Sebagai Camat ia telah melakukan koordinasi agar kejadian banjir di wilayahnya bisa diminimalisir.
"Kondisi alam ini perlu kita pahami, persoalan banjir di Biringkanaya ini tiap tahun terjadi. Seperti di Lanraki dan juga Kodam 3, semoga kita bisa lakukan upaya-upaya minimalisir, apalagi ini adalah luapan dari Sungai Biringjene. Jelasnya ini akan di komunikasikan serta dikordinasi terus karena ranahnya Balai Pompengan Sungai Jeneberang dan kordinasi Pemerintah Kota dinas PU Makassar, semoga ini terlaksana, sehingga aliran sungai bisa normal,"ujarnya.
Benyamin berharap koordinasi balai dan juga PU Makassar bisa menormalisasi sungai, baik itu melakukan pelebaran sungai. hal ini bisa meminimalisir genangan air dan juga banjir sehingga tidak ada luapan lagi yang merembes kepemukiman warga.
Program Unggulan dan Inovasi Kecamatan Biringkanaya
Meski lorong wisata yang menjadi prioritas dalam program Pemerintah Kota Makassar, bagi Benyamin Turupadang yang terpenting penanganan covid-19 berjalan dengan baik hingga kebut vaksinasi.
Terkait Lorong Wisata (Lorwis), Camat telah melakukan koordinasi dengan para Lurah hingga ke Ketua RW dan RT, untuk terus berbenah dan menyiapkan lorong wisata. Hal ini dinilai penting karena kebersihan dan keindahan lorong menjadi perhatian nantinya. Dimana lorong wisata mampu meningkatkan perekonomian warga dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Makassar bahkan di wilayah sendiri di Biringkanaya.
"Yang menjadi perhatian inikan Lorong Wisata, kalau cantik lorong ta'. Banyak orang datang kita juga senang. Apalagi dilorong kita ada UMKM jelas banyak yang datang, orang akan ke Makassar, datang ke Lorong kita bahkan bisa juga berinvest. Hal ini penting untuk itu kita persiapkan program ini sedemikian baiknya," kata Benyamin.
Lanjut Benyamin menyampaikan jika pihaknya sementara berbenah karena Agustus 2022 akan launching. Bahkan ia menyampaikan jika program Lorong wisata ini akan dibantu dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) secara teknis membantu sesuai spesifikasinya.
Inovasi lainnya yang dimiliki Kecamatan Biringkanaya adalah aplikasi layanan masyakarat dengan menghadirkan "SANNANG".
Aplikasi layanan masyarakat "Sannang" adalah Sistem Informasi Pelayanan Terpadu Kecamatan Biringkanaya. Dimana aplikasi ini memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat mulai dari kebutuhan pengajuan persuratan bisa dilakukan dari rumah tanpa harus datang ke Kantor Lurah atau Kecamatan, hanya saja tinggal mengambil berkas yang sudah diselesaikan oleh aparat kelurahan maupun kecamatan.
"Aplikasi Sannang ini kalau kita artikan dari bahasa bugis dan makassar berarti tenang dan nyaman. Nah begitu juga bahasa Toraja, Sannang berarti senang sehingga aplikasi layanan Sannang ini kita memberikan pelayanan dengan tenang, nyaman dan masyarakat pun puas hingga senang," ujar Benyamin yang juga mantan Camat Wajo.
Menyambut era metaverse, Kecamatan Biringkanaya terus melakukan inovasi untuk melakukan pelayanan yang baik untuk masyarakat. Hal ini diawali dengan melakukan sosialisasi kemmasyarakat agar paham tentang sistem teknologi digital.
"Ini tugas kami untuk terus berbenah dan menyambut era serba digital," cetusnya.
Aplikasi layanan masyarakat terus kita lanjutkan, hal ini agar memudahkan masyarakat dalam pelayanan. Ini juga memudahkan kita jika satu layanan terkait dengan pengaduan. Dimana jenis pengaduan masyarakat macam-macam seperti pengaduan kebersiahan, administrasi atau surat-surat dan termasuk Kamtibmas.
Berikut riwayat atau karir singkat seorang Benyamin B Turupadang dalam pengabdiannya di Pemerintahan Kota Masyarakat. Dimana alumni STPN tahun 2003 ini mengawalinya sebagai pegawai di bagian Kepegawaian di Pemkot Makassar, kemudian berada di Tamalanrea sebagai staf.
Lanjut setelah 4 tahun mengabdi, Benyamin pun diangkat menjadi Kepala Seksi di Kelurahan Kapasa Kecamatan Tamalanrea, berlanjut setelah Kasi di Tamalanrea. Ia pun melanjutkan tugasnya di Kelurahan Ende Kecamatan Wajo selama setahun.
Tak sampai disitu putra asli kelahiran Makale, 25 Juli 1979 ini diangkat menjadi Lurah di Panaikang. Kemudian ia bergeser jadi Lurah di Pampang selama dua tahun lamanya. Berlanjut menjadi Sekretaris Camat di Wajo dan kemudian menjadi Camat Wajo dari tahun 2016 hingga 2021.
Hingga Benyamin Turupadang berlabuh di Kecamatan Biringkanaya menjadi Camat dan membawahi 11 Kelurahan di wilayahnya. (*)














