KabarMakassar.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan, Senin (21/09).
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka turun 0,28 persen ke posisi Rp17.780 per dolar AS. Pelemahan ini membalikkan penguatan tipis 0,03 persen pada perdagangan Jumat sebelumnya di level Rp17.730 per dolar AS.
Pergerakan rupiah saat ini masih dipengaruhi sentimen global, terutama kenaikan imbal hasil obligasi AS dan ketegangan di Timur Tengah.
Imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun naik 5 basis poin menjadi 4,743 persen, sementara tenor 10 tahun mencapai 4,996 persen. Kondisi tersebut membuat aset berbasis dolar tetap menarik bagi investor.
Di sisi lain, konflik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian pasar usai kelompok Houthi mengklaim menyerang sejumlah lokasi sensitif di Riyadh, Arab Saudi.
Kini, pasar juga menunggu pertemuan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di New York.
Pertemuan tersebut diharapkan membuka jalan bagi kesepakatan menjelang pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping di Washington.













