kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Pemadaman Listrik Bergilir di Jeneponto, Ini Penjelasan PLN

Pemadaman Listrik Bergilir di Jeneponto, Ini Penjelasan PLN
Kantor PLN Jeneponto (Dok: Ist)

KabarMakassar.com – Maraknya pemadaman listrik secara bergilir yang dirasakan masyarakat Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mendapat penjelasan resmi dari PT PLN (Persero). Pihak PLN ULP Jeneponto menegaskan bahwa pemadaman tersebut bukan merupakan kebijakan sepihak apalagi kesengajaan unit pelayanan setempat.

Manager PLN ULP Jeneponto, Asmar Arief, menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga keseimbangan pasokan akibat terbatasnya daya dalam sistem interkoneksi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar).

“Kami hanya menerima perintah untuk menjaga kelancaran sistem. Kalau pasokan tidak mencukupi, pemakaian harus dikurangi. Jadi kami hanya mengeksekusi pengaturan beban tersebut, bukan menentukan secara sepihak wilayah mana yang harus dipadamkan,” jelas Asmar Arief, Senin (07/09).

Asmar menambahkan, pembagian jadwal pemadaman diatur sedemikian rupa agar dampak keterbatasan daya dapat terdistribusi secara merata dan mencegah terjadinya gangguan yang lebih besar pada sistem kelistrikan utama.

“Tidak ada unsur kesengajaan untuk memadamkan listrik. Kami justru tidak ingin padam karena kami juga yang berhadapan langsung dengan masyarakat,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Asisten Manajer Keuangan dan Umum UP3 Bulukumba, Lisa, membeberkan bahwa wilayah operasional mereka membawahi lima kabupaten, yakni Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, hingga Kepulauan Selayar. Imbas dari pengaturan beban ini turut dirasakan langsung oleh internal PLN.

“Kami sangat memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan. Kami sebagai pegawai PLN juga turut merasakan pemadaman. Tentunya kami berharap listrik bisa menyala 24 jam nonstop,” ujar Lisa.

Ia menekankan bahwa sistem kelistrikan di Jeneponto merupakan bagian tak terpisahkan dari satu jaringan interkoneksi se-Sulawesi. Ketika pasokan daya merosot, pemadaman terpaksa diterapkan secara menyeluruh di berbagai daerah pendukung.

Meski Jeneponto memiliki pembangkit sendiri seperti PLTU Jeneponto dan PLTB Tolo, energi yang diproduksi langsung dialirkan ke dalam sistem jaringan bersama untuk didistribusikan secara regional, bukan dipakai khusus satu wilayah saja.

Terkait proses pemulihan, Lisa menerangkan bahwa kendala teknis terjadi akibat adanya pembenahan infrastruktur pada sejumlah pembangkit, faktor cuaca, hingga pasokan bahan bakar.

Mengenai informasi normalisasi yang sempat ditargetkan pada 5 September lalu, Lisa menyebutkan bahwa PLTU Jeneponto kini sudah mulai menginjeksikan tambahan daya sekitar 125 megawatt. Namun, pembangkit membutuhkan waktu pemanasan sebelum dapat beroperasi secara optimal.

“Dengan tambahan 125 megawatt, kami sangat terbantu. Pemadaman bergilir mulai berkurang sejak 6 September, meskipun belum sepenuhnya hilang karena masih ada kendala di pembangkit lain,” ungkap Lisa.

Pihak PLN memastikan seluruh tim teknis di lapangan terus bekerja maksimal untuk memulihkan pasokan agar kelistrikan di Jeneponto dan sekitarnya kembali normal.

“Kami memahami keresahan masyarakat. Kami terus berupaya agar kondisi kelistrikan segera kembali normal dan pelayanan berjalan optimal,” pungkas Lisa.