KabarMakassar.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Toraja Utara memperkuat koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X untuk memastikan pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS serentak berjalan sebagai sarana pendidikan demokrasi bagi siswa.
Koordinasi tersebut dilakukan melalui pertemuan antara jajaran Bawaslu Toraja Utara dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X di SMK Negeri 1 Toraja Utara, Senin (07/09).
Ketua Bawaslu Toraja Utara Briken L Bonting hadir didampingi Anggota Bawaslu Bonnie Fredom dan Arifin. Rombongan diterima Pengelola Data dan Informasi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X, Hendra Irawan.
Briken mengatakan koordinasi tersebut diperlukan agar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026 tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga memberikan pengalaman demokrasi secara langsung kepada peserta didik.
“Kita berharap pendidikan demokrasi yang dimulai dari sekolah bukan hanya sekadar melaksanakan pemilihan dan menghasilkan Ketua serta Wakil Ketua OSIS. Lebih dari itu, kita ingin memastikan kualitas demokrasi benar-benar tumbuh dan tercipta di lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Menurut Briken, sekolah menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda. Pemilihan Ketua OSIS dapat menjadi wadah bagi siswa untuk memahami tahapan demokrasi, mulai dari pencalonan, penyampaian visi dan misi, kampanye yang sehat, penggunaan hak pilih hingga menerima hasil pemilihan.
Ia menilai pengalaman tersebut dapat menjadi fondasi bagi siswa untuk memahami partisipasi, integritas, kesetaraan, kebebasan memilih, serta pentingnya menghargai perbedaan.
“Harapan kita, Pemilihan Ketua OSIS Serentak ini tidak berhenti pada siapa yang menang dan siapa yang terpilih. Yang jauh lebih penting adalah prosesnya mampu membangun budaya demokrasi yang sehat di sekolah. Sekolah harus menjadi role model dalam membangun demokrasi sejak dini,” lanjutnya.
Bawaslu Toraja Utara berharap koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X dapat memperkuat sinergi antara pengawas pemilu dan dunia pendidikan dalam membangun ekosistem demokrasi yang edukatif, partisipatif, jujur, adil, dan berintegritas.
Melalui Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS serentak pada 30 September 2026, Bawaslu mendorong satuan pendidikan menjadikan kegiatan tersebut sebagai laboratorium demokrasi. Dengan demikian, siswa tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga memahami nilai dan tanggung jawab sebagai warga negara dalam kehidupan demokratis.













