kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

HUT ke-17 KabarMakassar, Upi Asmaradhana: Kami Lahir dari Perjuangan Menghadapi Tekanan

HUT ke-17 KabarMakassar, Upi Asmaradhana: Kami Lahir dari Perjuangan Menghadapi Tekanan
CEO KGI, Upi Asmaradhana (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Perjalanan KabarMakassar memasuki usia 17 tahun tidak lepas dari masa sulit yang dialami pendirinya sejak tahun 2009.

Di tengah tekanan kasus hukum dan sulitnya mendapatkan ruang di industri media saat itu, Upi Asmaradhana justru memilih membangun media sendiri dari Makassar.

CEO KGI, Upi Asmaradhana, mengungkap kisah tersebut saat memperingati 17 tahun perjalanan KabarMakassar. Ia mengatakan, kelahiran media tersebut berawal dari situasi yang penuh tekanan setelah dirinya menghadapi kasus yang berkaitan dengan Krimsus dan Polda.

Menurut Upi, kondisi saat itu membuat sejumlah media enggan menerima dirinya untuk bekerja karena khawatir dengan situasi yang berkembang.

“Setelah itu kami jadi tahan, kuat. Saat itu tidak ada media yang menerima kami bekerja karena semua takut,” ujar Upi, saat memberikan sambutan dalam HUT ke 17 KabarMakassar di Bikin-Bikin Hub, Nipah Park, Sabtu (29/08).

Dalam kondisi tersebut, Upi kemudian mencari dukungan dari sejumlah tokoh yang dianggap memiliki peran penting dalam perjalanan hidup dan perjuangannya.

Orang pertama yang didatanginya adalah seorang pendeta yang saat itu menjadi pimpinan sebuah yayasan. Dari pertemuan tersebut, Upi mendapatkan pinjaman sebesar Rp750 ribu yang kemudian menjadi salah satu modal awal lahirnya KabarMakassar.

“Akhirnya dipinjamkan Rp750.000 dari kantornya Pak Wili saat itu dan lahirlah KabarMakassar,” katanya.

Hal itu kemudian menjadi cikal bakal perjalanan media yang kini berkembang menjadi KabarMakassar. Upi menyebut kelahiran media tersebut merupakan bentuk pilihan untuk tetap bertahan ketika dirinya berada dalam tekanan.

“Jadi KabarMakassar memang salah satu media online yang pertama di Sulawesi Selatan. Itu sebetulnya bentuk pelarian ketika kita berkasus dengan Kapolda saat itu,” ungkapnya.

Selain mendapatkan bantuan modal, Upi juga mengenang peran Prof. Dr. Aidir Amin Daud dalam masa-masa awal perjuangannya.

Aidil, yang saat itu memiliki posisi strategis sebagai Ketua KPU Sulsel, disebut memberikan tempat bagi Upi untuk berlindung ketika situasi sedang sulit.

“Pak Aidil yang meminjamkan rumahnya untuk kami bersembunyi. Karena saat itu Aidil powerful, ketua KPU saat itu, jadi kalau kami (CEO KGI Upi) ditangkap pasti Pak Aidil jugakan, tapi setidaknya mereka tidak kepikiran kalau kami bersembunyi disana” ujar Upi.

Rumah di kawasan Pettarani, Makassar, menjadi salah satu tempat yang digunakan Upi dalam melewati masa penuh tekanan tersebut.

Menurut Upi, dukungan dari sejumlah tokoh pada masa awal berdirinya media menjadi bagian penting dari perjalanan panjang KabarMakassar hingga bertahan selama 17 tahun.

Perjalanan itu tidak berlangsung dengan kondisi yang serba mudah. Upi mengungkapkan, pada tahun-tahun awal, aktivitas media bahkan beberapa kali berpindah tempat karena keterbatasan biaya.

“Kami tiap tahun pindah dari satu kantor ke kantor berikutnya,” katanya.

Ia juga mengenang dukungan dari orang-orang yang membantu keberlangsungan media tersebut tanpa banyak meminta imbalan.

Memasuki tahun ke-10, KabarMakassar mulai berani memperluas langkah ke Jakarta. Ekspansi tersebut menjadi titik penting dalam perubahan KabarMakassar dari media yang berbasis di Makassar menjadi bagian dari jaringan media yang lebih luas.

“Tahun ke-10 kami memberanikan diri ke Jakarta,” ujar Upi singkat sambil mengenang.

Ekspansi tersebut kemudian berkembang hingga melahirkan jaringan media di sejumlah wilayah Indonesia. Upi menyebut KabarMakassar kini tidak lagi hanya berorientasi pada pasar Sulawesi Selatan.

Ia mengatakan jaringan Kabar Group telah berkembang dengan sejumlah kantor dan jaringan media di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Solo, Jakarta, Sumatera, Kalimantan, hingga Jawa Barat.

“Jadi KabarMakassar sudah beranak pinak. Sekarang punya jaringan di Indonesia. Satu-satunya media dari daerah yang eksis di Jakarta,” katanya.

Menurut Upi, perjalanan 17 tahun tersebut menjadi bukti bahwa media yang lahir dari daerah tetap memiliki peluang untuk berkembang dan menghadapi perubahan industri media nasional.

Perayaan 17 tahun KabarMakassar pun tidak hanya menjadi momentum ulang tahun, tetapi juga ruang untuk mengenang orang-orang yang ikut menopang perjalanan media tersebut sejak masa awal.

Upi menegaskan, keberadaan KabarMakassar hari ini tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang perjuangan yang dimulai dari kondisi sulit di Makassar.

“Kabar Group lahir dari Kota Makassar. Pemilik daerah, pemilik KabarMakassar, makanya acara ini harus dibuat di Makassar,” tukasnya.

Diketahui, dalam HUT KabarMakassar dihadiri sejumlah tokoh diantaranya Gubenur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang diwakili oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel Dr. H. M. Ishak Iskandar, Walikota Makassar Munafri Arifuddin diwakili Kadis Kominfo M Roem.

Anggota Komisi I DPR RI Syamsul Rizal, Guru Besar Statistika dan Dekan Fakultas FMIPA UNM Prof. Drs. Suwardi Annas, Komisaris PT. Telkom Akses Dr. Arry Abdi Syalman, Prof. Dr. Aidir Amin Daud, Anggota DPRD Sulsel, Fraksi Gerindra Firmina Tallulembang, dan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Muhammad Hasrul Hasan.

Hadir pula, Produser Film Solata Ichwan Persada, Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam Diwakili Kadispar, Drs. H. Andi Ahmad Saransi, NGO Kamaruddin Azis.